Berita

Ilustrasi/Net

Bisnis

Otorita IKN Siapkan Layanan Psikolog Tanpa Tatap Muka untuk ASN yang Terdampak Pemindahan Ibu Kota

RABU, 08 MEI 2024 | 13:46 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Pelayanan kesehatan dengan sistem canggih, termasuk layanan psikolog tanpa tatap muka, sedang dipersiapkan Otorita Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di ibu kota baru di Kalimantan Timur.

"Kalau selama ini kita kenal Halodoc, saat konsultasi dengan dokter tanpa tatap muka, yang akan dikembangkan di IKN nanti lebih dari itu," kata Direktur Pelayanan Dasar Kedeputian Bidang Sosial, Budaya, dan Pemberdayaan Masyarakat OIKN, Suwito, dalam seminar di Balikpapan, Kalimantan Timur, dikutip Rab (8/5).

Menurut penjelasannya, layanan tersebut juga dapat digunakan oleh para pegawai negeri sipil (PNS) yang terkena dampak akibat pemindahan ke ibu kota baru itu,


"Layanan psikologi pun nanti bisa dilakukan secara digital yang saat ini mungkin masih banyak permasalahan-permasalahan psikologi. Termasuk nanti ASN yang akan datang ke sini (IKN) mungkin ada dampak psikologisnya," sambungnya.

Secara sederhana, kata Suwito layanan ini dipersiapkan guna memudahkan pasien di IKN, yang tidak perlu datang lagi ke rumah sakit hanya untuk sekedar berobat atau berkonsultasi dengan dokter.

"Sehingga dengan telemedicine tidak hanya pencatatan pelaporan, tapi lebih dari itu untuk memudahkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang ada di otorita (IKN)," tambahnya.

Menurut Suwito, pelayanan kesehatan di ibu kota baru itu nantinya akan mengacu pada beleid terkait yang menargetkan IKN sebagai 'Kota Dunia untuk Semua'. Untuk itu pihak OIKN sendiri berkomitmen untuk bekerja sesuai amanat tersebut.

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Gencatan Senjata Iran-AS Hampir Berakhir, Milisi Irak Siaga Penuh

Selasa, 21 April 2026 | 08:19

Dolar AS Terkoreksi: Investor Mulai Lepas Aset Safe-Haven

Selasa, 21 April 2026 | 08:06

Sinergi BNI dan Perempuan NTT: Mengubah Daun Lontar Menjadi Penggerak Ekonomi

Selasa, 21 April 2026 | 07:48

Tim Cook Mundur sebagai CEO Apple

Selasa, 21 April 2026 | 07:35

Refleksi 4 Tahun Prudential Syariah: Mengubah Paradigma Deteksi Dini Kanker

Selasa, 21 April 2026 | 07:27

Emas Dunia Masih Sulit Bangkit di Tengah Kenaikan Harga Minyak

Selasa, 21 April 2026 | 07:16

Kerja Sama Polri-PBB Pertegas Posisi RI dalam Misi Perdamaian Dunia

Selasa, 21 April 2026 | 07:10

Bursa Eropa Merah, Sektor Penerbangan Paling Terpukul

Selasa, 21 April 2026 | 07:05

Relawan Protes JK Asal Klaim soal Jokowi Presiden

Selasa, 21 April 2026 | 06:51

Politik Angka vs Realitas Ekologi: Sungai Tak Bisa Dipimpin Statistik

Selasa, 21 April 2026 | 06:29

Selengkapnya