Berita

Presiden Joko Widodo meresmikan modeling tambak budidaya ikan nila salin di Balai Layanan Usaha Produksi Perikanan Budidaya (BLUPPB) di Karawang, Jawa Barat, Rabu (8/5)/Repro

Politik

Didampingi Mendag Zulhas, Presiden Jokowi Resmikan Modeling Tambak Budidaya Ikan Nila

RABU, 08 MEI 2024 | 12:04 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Presiden Joko Widodo meresmikan modeling tambak budidaya ikan nila salin di Balai Layanan Usaha Produksi Perikanan Budidaya (BLUPPB) di Karawang, Jawa Barat, Rabu (8/5).

Saat meresmikan, Presiden Jokowi didampingi Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan dan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono.

Dalam sambutannya Jokowi mengatakan permintaan pasar dunia untuk ikan nila sangat besar.


"Demand pasar dunia yang sangat besar sekali. Tahun 2024 saja Rp 14,4 miliar US Dollar berarti kurang Rp 230 triliun," kata Jokowi.

Jokowi meminta kesempatan itu dimanfaatkan dengan baik. Terlebih, tambak yang diresmikan berpotensi menghasilkan ikan 80 ton per hektar.

"Saya setuju bahwa dibuat model dulu, ada modeling-nya dulu. Kalau modeling-nya udah benar yang diinfokan ke saya dari yang biasanya 1 hektar hanya 0,6 ton per hektar menjadi 80-an ton," ujarnya.

Jokowi mengatakan pemerintah sudah menghitung anggaran untuk membuat tambak serupa di daerah lain. Anggaran tersebut berjumlah Rp 13 triliun.

"Rp13 triliun bukan uang yang banyak sehingga nanti akan kita lihat ini dulu. Kemudian kalau sangat visible akan saya siapkan di APBN 2025, 2026 dan saya akan bisikin pada pemerintah baru pada presiden terpilih agar mimpi besar ini betul bisa direalisasikan," pungkasnya.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

UPDATE

Pramono Klaim 96 Persen Warga Ingin CFD Rasuna Said Berlanjut

Minggu, 07 Juni 2026 | 10:20

Garuda Institute Minta BGN Utamakan Kualitas daripada Kuantitas

Minggu, 07 Juni 2026 | 10:12

Balas Serangan AS, Iran Gempur Pangkalan Bahrain dan Kuwait

Minggu, 07 Juni 2026 | 09:58

Ditjenpas Benahi Overkapasitas dan Tingkatkan Keamanan Lapas

Minggu, 07 Juni 2026 | 09:54

Paus Leo XIV Sebut Perang AS-Iran Tidak Adil

Minggu, 07 Juni 2026 | 09:11

Bukan Sekadar Ganti Pejabat, Reshuffle Kabinet Harus Pulihkan Ekonomi

Minggu, 07 Juni 2026 | 09:00

Bupati Pati Sudewo Ditahan di Rutan Semarang Jelang Sidang Dua Perkara

Minggu, 07 Juni 2026 | 08:56

Suhud Alynudin Akan Dilantik Jadi Ketua DPRD DKI Senin Besok

Minggu, 07 Juni 2026 | 08:27

Koperasi Didorong Masuk Ekosistem Industri Gula

Minggu, 07 Juni 2026 | 08:02

Gus Salam Serap Aspirasi Nahdliyin Sulsel Jelang Muktamar NU

Minggu, 07 Juni 2026 | 07:52

Selengkapnya