Berita

Ilustrasi/Net

Bisnis

Bandara Internasional Berkurang, Sandiaga Uno Tetap Yakin Target 14.3 Kunjungan Wisman Tercapai

SELASA, 07 MEI 2024 | 12:53 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Target 14,3 juta kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) sepanjang 2024 tetap akan tercapai meskipun pemerintah memutuskan untuk mengurangi jumlah bandara internasional di Indonesia dari 34 menjadi 17 bandara.

Hal itu disampaikan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno saat menanggapi kekhawatiran penurunan target wisatawan mancanegara (Wisman) setelah pemerintah memangkas bandar udara internasional serta Harga tiket pesawat.

Sandiaga mengatakan bahwa kunjungan wisman di 17 bandara, yang telah dicabut statusnya sebagai bandara internasional oleh Kementerian Perhubungan, hanya melayani sekitar 200 kunjungan pada tahun 2023.


"Jadi, dibandingkan target 14 juta kunjungan wisman, itu sangat tidak berdampak pada target kunjungan wisman," kata Sandiaga, dikutip Selasa (7/5).

Sandiaga menjelaskan bahwa Pemerintah sedang merancang konsep hubs and spokes untuk penerbangan internasional.

Konsep ini bertujuan untuk memusatkan penerbangan internasional ke beberapa bandara utama yang akan berfungsi sebagai hub dan menghubungkan ke bandara-bandara lain di Indonesia.

Ia berharap konsep ini dapat meningkatkan efisiensi, menambah jumlah wisatawan asing, mengurangi beban biaya, serta meningkatkan efektivitas penerbangan internasional di Indonesia.

Untuk harga tiket, Sandiaga memperkirakan akan segera turun menyusul langkah maskapai penerbangan dalam menambah jumlah pesawat.

Sandiaga mengakui bahwa harga tiket pesawat yang mahal masih menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diatasi, mengingat banyaknya keluhan masyarakat tentang tingginya harga tiket pesawat.

Ia mengatakan bahwa Pemerintah akan terus memantau perkembangan harga tiket pesawat dan mengambil langkah-langkah untuk memastikan harga tiket tetap terjangkau bagi masyarakat.

“Tapi memang PR tiket pesawat ini akan terus kami tangani. Mudah-mudahan bisa kami atasi dengan penambahan jumlah pesawat,” ucapnya.

Harga tiket yang terjangkau menjadi sangat penting mengingat Pemerintah menargetkan 14,3 juta kunjungan wisatawan mancanegara dan 1,25–1,5 miliar perjalanan wisatawan nusantara pada tahun 2024.

Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara pada bulan Maret 2024 mencapai 1,04 juta kunjungan. Angka ini naik 19,86 persen dibandingkan Maret 2023, tetapi turun 1,91 persen dibandingkan Februari 2024.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Tiga Tahun UU TPKS: DPR Soroti Masalah Penegakan Hukum dan Temuan Kasus di Lapas

Kamis, 15 Januari 2026 | 12:08

Komisi III DPR Mulai Bahas RUU Perampasan Aset Tindak Pidana

Kamis, 15 Januari 2026 | 11:48

Utang Luar Negeri Indonesia Kompak Menurun

Kamis, 15 Januari 2026 | 11:34

Giliran Ketua DPD PDIP Jawa Barat Ono Surono Diperiksa KPK di Kasus OTT Bupati Bekasi

Kamis, 15 Januari 2026 | 11:19

Muncul Tudingan Pandji Antek Asing di Balik Kegaduhan Mens Rea

Kamis, 15 Januari 2026 | 11:04

Emas Antam Naik Terus, Tembus Rp2,67 Juta per Gram!

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:54

KPK Tak Segan Tetapkan Heri Sudarmanto Tersangka TPPU

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:43

TAUD Dampingi Aktivis Lingkungan Laporkan Dugaan Teror ke Bareskrim

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:28

Istana Ungkap Pertemuan Prabowo dan Ribuan Guru Besar Berlangsung Tertutup

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:27

Update Bursa: BEI Gembok Saham Tiga Saham Ini Akibat Lonjakan Harga

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:17

Selengkapnya