Berita

Presiden terpilih Prabowo Subianto/Ist

Politik

Aspirasi Tak Diakomodir, Relawan Prabowo Jangan Ngambek

SENIN, 06 MEI 2024 | 02:14 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Rencana Presiden terpilih Prabowo Subianto akan mengakomodir para relawan yang telah berkontribusi membantu pemenangan Prabowo-Gibran dalam Pilpres 2024 dinilai sangat bagus.

"Kalau benar, tentunya ini kabar baik bagi para relawan atas apresiasi Pak Prabowo terhadap kerja-kerja relawan. Walaupun sebenarnya relawan itu bekerja secara sukarela tanpa mengharapkan apa-apa," kata Pendiri Haidar Alwi Institute (HAI) R Haidar Alwi dikutip Senin (6/5).

Namun Haidar mengingatkan Prabowo soal perbedaan  relawan dengan Tim Kampanye Nasional atau TKN. Sebab menurutnya, relawan dan TKN sesungguhnya merupakan dua unsur yang berbeda dan selama ini banyak orang yang salah kaprah.


Kata Haidar, relawan merupakan pihak yang tidak memiliki kewajiban tapi tetap berkontribusi dengan mengorbankan waktu, tenaga, pikiran bahkan materi. Sedangkan tim kampanye adalah pihak yang memang berkewajiban dalam pemenangan.

"Kalau masuk dalam TKN dan pakai fasilitas TKN, itu namanya bukan relawan tapi tim kampanye," kata Haidar.

Meski demikian, Penanggungjawab Tunggal Aliansi Relawan Jokowi (ARJ) dalam Pilpres 2019 tersebut meminta para relawan tidak terlalu berharap apalagi sampai memberikan tekanan dalam bentuk apapun terhadap Prabowo Subianto.

"Kalau misalkan tidak cukup ruang untuk mengakomodir relawan, tidak perlu ngambek atau cabut dukungan segala karena di situ komitmen kita sebagai relawan diuji. Siapa yang benar-benar loyal dan siapa yang hanya mengharapkan sesuatu. Nanti akan ketahuan," kata Haidar.

Sebelumnya, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Habiburokhman menyebut dalam penyusunan kabinet, Presiden terpilih Prabowo Subianto tidak menutup kemungkinan akan merangkul sejumlah elemen bangsa termasuk para relawan.

"Kalau dari gesturnya selama ini saya sih berpandangan Pak Prabowo tentunya akan mengakomodir sebanyak mungkin elemen bangsa, termasuk mungkin para relawan yang selama ini telah berkontribusi membantu pemenangan," kata Habiburokhman.



Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Langgar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Berpeluang Kalah, Wajar Pengacara Profesional Menolak Bela Jokowi

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:47

UPDATE

Komisi XIII DPR Soroti Perlindungan Hukum Pelaku Usaha yang Tabrak Aturan

Senin, 29 Juni 2026 | 12:22

Ketika Jalanan Pindah ke Dalam Genggaman

Senin, 29 Juni 2026 | 12:07

Gaya Komunikasi Presiden Prabowo Berisiko Menenggelamkan Kinerja Pemerintah

Senin, 29 Juni 2026 | 12:01

KPK Periksa Saksi Swasta dalam Kasus Gratifikasi Produksi Batu Bara di Kukar

Senin, 29 Juni 2026 | 11:54

Harga Bapok Kompak Anjlok, Telur Ayam Turun Jadi Rp28.850/Kg

Senin, 29 Juni 2026 | 11:32

Kasus YTR Jadi Alarm, Garnita NasDem Minta Negara Perkuat Perlindungan Perempuan

Senin, 29 Juni 2026 | 11:15

Safari Politik Jokowi Dibungkus Ritual Adat untuk Dongkrak Publisitas PSI

Senin, 29 Juni 2026 | 11:13

Petugas Haji Masih Bersiaga hingga Kepulangan Kloter Terakhir

Senin, 29 Juni 2026 | 11:07

Kenaikan Beruntun CPO Malaysia Didorong Sentimen Minyak Global

Senin, 29 Juni 2026 | 10:57

Prabowo Ingatkan Ancaman AI, Akademisi Diminta Antisipasi Dampaknya

Senin, 29 Juni 2026 | 10:52

Selengkapnya