Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Polisi Australia Tembak Mati Seorang Remaja Radikal

MINGGU, 05 MEI 2024 | 13:51 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Seorang remaja laki-laki berusia 16 tahun di Australia tewas setelah menjadi sasaran tembak personel polisi pada Minggu (5/5).

Kepolisian Australia mengaku meluncurkan tembakan karena remaja itu diketahui telah menikam seorang pria dengan pisau dapur di pinggiran kota Willetton, Perth.

Pelaku awalnya menelepon polisi dan mengatakan akan melakukan kekerasan, namun tidak mengatakan di mana atau siapa dia.


Seorang pria berusia 30-an ditusuk dari belakang oleh remaja tersebut dan tiga polisi yang dipanggil ke tempat kejadian mengeluarkan Taser dan pistol.

Anak laki-laki itu ditembak di tempat parkir karena menolak meletakkan pisaunya dan berusaha kabur.

Meski belum ditetapkan sebagai tindakan terorisme, tetapi perbuatan anak laki-laki itu tampak mengarah ke sana.

Dia diyakini telah terpapar konten-konten radikal secara online, sehingga melakukan tindakan semacam itu.

“Pada tahap ini tampaknya dia bertindak sendirian,” kata Perdana Menteri Australia Barat Roger Cook pada konferensi pers yang disiarkan televisi di ibu kota negara bagian Perth, seperti dimuat Reuters.

Korban yang ditusuk dari belakang selamat dan berada dalam kondisi stabil di rumah sakit.

Perdana Menteri Anthony Albanese mengatakan dia telah diberitahu tentang insiden tersebut dari  polisi dan badan intelijen.

“Kami adalah negara yang cinta damai dan tidak ada tempat bagi ekstremisme kekerasan di Australia,” kata Albanese di platform media sosial X.

Kejahatan bersenjata dan tikaman pisau jarang terjadi di Australia, yang secara konsisten berada di daftar negara-negara teraman di dunia.

Kendati demikian, kejadian penikaman seorang uskup Kristen Asyur saat berkhotbah di Sydney 15 April lalu membuat warga Australia khawatir.

Beberapa hari sebelum serangan pada Uskup, enam orang di Bondi, pinggiran pantai Sydney juga menjadi korban penikaman.

Kepolisian New South Wales bahkan menangkap beberapa anak laki-laki dengan tuduhan pelanggaran terkait terorisme.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Bali Disiapkan Jadi “Dubai Baru”, Duit Asing Bebas Pajak

Jumat, 08 Mei 2026 | 20:07

DPR Minta Pemerintah Cepat Terbitkan Aturan Turunan UU PPRT

Jumat, 08 Mei 2026 | 20:01

Dugaan Korupsi Dana APBD untuk Unsultra Dilaporkan ke KPK

Jumat, 08 Mei 2026 | 19:57

DPR: Kode Etik Media Arus Utama Lebih Jelas Dibanding New Media

Jumat, 08 Mei 2026 | 19:38

Tarumajaya Raih Paritrana Award Bukti Desa Berpihak kepada Rakyat

Jumat, 08 Mei 2026 | 19:26

Polisi Sudah Periksa 39 Saksi Terkait Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur

Jumat, 08 Mei 2026 | 19:15

Ekonomi Tumbuh (Tidak) Disyukuri

Jumat, 08 Mei 2026 | 19:11

Ombudsman RI Bentuk Majelis Etik untuk Tegakkan Integritas dan Profesionalisme

Jumat, 08 Mei 2026 | 19:10

Sejarah Erupsi Gunung Dukono Masa ke Masa

Jumat, 08 Mei 2026 | 19:06

PLN Bedah Mitigasi Risiko Pidana dalam Penerapan KUHP dan KUHAP Baru

Jumat, 08 Mei 2026 | 18:42

Selengkapnya