Berita

Kiper Tim U-23 Indonesia, Ernando Ari/PSSI

Sepak Bola

Ernando Minta Maaf Karena Joget di Depan Pemain Korsel

SABTU, 27 APRIL 2024 | 05:58 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Permintaan maaf disampaikan kiper Tim U-23 Indonesia, Ernando Ari, kepada suporter, staf, dan pemain Korea Selatan.

Hal ini merupakan buntut dari selebrasi joget yang dilakukan Ernando usai menepis penalti pemain Korea Selatan di babak perempat final Piala Asia U-23, Jumat dinihari WIB (26/4). Dia menegaskan hal tersebut tak perlu ditiru.

Kiper Persebaya Surabaya itu memang tampil gemilang, di mana dua eksekutor Korea Selatan mampu dibuatnya gigit jari. Saking senang bisa menepis penalti, Ernando pun sempat joget-joget di depan Lee Kang-hee, yang gagal menjalankan tugasnya.


"Saya ingin meminta maaf untuk mungkin fans Korea atau pelatih Korea semua, staf, karena mungkin itu tidak baik untuk ditiru. Itu bukan karena sengaja, karena saya spontan bisa euforia sendiri karena bisa menepis penalti," ucap Ernando saat wawancara dengan KBS News, Jumat (26/4).

"Tapi itu bukan perbuatan untuk ditiru. Saya mengikuti itu karena saya mengidolakan Emi Martinez (kiper Argentina) idola saya, karena saya pernah bermain melawan dia," imbuhnya.

Emiliano Martinez memang kerap berjoget usai menepis penalti lawan. Dia pernah melakukannya di final Piala Dunia 2018 saat Argentina melawan Prancis dan bersama Aston Villa di Conference League.

Tim U-23 Indonesia sukses menyingkirkan Korea Selatan pada perempat final Piala Asia U-23 di Stadion Abdullah bin Khalifa, Jumat dinihari WIB (26/4). Skuat asuhan Shin Tae-yong menang adu penalti 11-10 setelah bermain 2-2 hingga perpanjangan waktu.

Hasil ini pun membuat Indonesia berpeluang tampil di Olimpiade Paris 2024. Saat ini Garuda Muda sudah mengantongi tiket playoff Olimpiade Paris 2024. Indonesia bisa otomatis lolos sebagai peserta Olimpiade di cabang olahraga sepak bola kalau minimal meraih peringkat 2 Piala Asia U-23.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

IHSG Terkoreksi 1,97 Persen, Mayoritas Saham Berakhir di Zona Merah

Jumat, 06 November 2026 | 12:31

Ekonom Soroti Potensi Konflik Kepentingan CIO Danantara

Jumat, 06 November 2026 | 12:22

Menperin Ungkap Strategi Hadapi Tekanan Industri Tembakau

Jumat, 06 November 2026 | 12:11

Ketum Partai dan Pejabat yang Terlibat Penyadapan Presiden Harus Jadi Tersangka

Jumat, 06 November 2026 | 12:01

Di Tengah Polemik Ijazah, Pengaruh Politik Jokowi Masih Jadi Perhatian

Jumat, 06 November 2026 | 11:51

Bantah Narasi Deindustrialisasi, Menperin: Industri RI Tidak Gelap

Jumat, 06 November 2026 | 11:40

Indonesia-Somalia Bahas Peluang Kerja Sama Perikanan hingga Keamanan Maritim

Jumat, 06 November 2026 | 11:34

Cokbang Buka Peluang Ekonomi Baru dari Kakao Sabang

Jumat, 06 November 2026 | 11:30

KPK Periksa Komisaris PT Murakabi Media Indonesia di Kasus Asuransi Pelni

Jumat, 06 November 2026 | 11:29

Utang Paylater Masyarakat di Bank Tembus Rp31,5 Triliun hingga September 2026

Jumat, 06 November 2026 | 11:16

Selengkapnya