Berita

Mantan Gubernur Banten, Rano Karno/Net

Politik

Si Doel Lebih Dibutuhkan Banten Dibanding Jakarta

RABU, 24 APRIL 2024 | 22:33 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Politisi PDIP, Rano Karno dianggap lebih tepat memimpin Provinsi Banten ketimbang Jakarta dalam bursa Pilkada Serentak 2024.

Hal itu disampaikan Lembaga Sosial Perempuan Srikandi Banten di tengah isu dorongan agar Si Doel, sapaan Rano Karno maju dalam Pilkada Jakarta.

Ketua Srikandi Banten, Nia Purnama Sari mengatakan, kepemimpinan Rano Karno saat menjadi Gubernur Banten menggantikan Atut tahun 2015 silam, mampu meningkatkan indeks kebahagian dan indeks pembangunan manusia warga Banten.


"Srikandi Banten bulat mendukung Rano Karno maju Pilkada Banten karena banyak programnya yang berpihak terhadap perempuan dan anak anak," kata Nia Purnama Sari dalam keterangan tertulisnya, Rabu (24/4).

Program-program sosok yang kini lolos ke parlemen melalui PDIP itu juga dianggap terbukti sukses, salah satunya di pembangunan infrastruktur yang cukup dirasakan masyarakat.

"Di zaman Rano Karno, tol Serang-Panimbang berhasil diperjuangkan. Tak hanya itu, cuma di era Rano Karno juga Banten sukses menyabet juara umum MTQ tingkat nasional," ujarnya.

Melihat program dan pembangunan itulah, Srikandi Banten yakin dan mantap mendukung Rano Karno maju di Pilgub Banten 2024.

"Kami mendengar warga Jakarta juga ingin Rano Karno memimpin di sana. Daripada ke Jakarta, Rano Karno lebih dibutuhkan di Banten," tutupnya.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Industri Sawit Terintegrasi Disiapkan PTPN di Sei Mangkei

Kamis, 30 April 2026 | 22:15

Gubernur NTB Tolak Cabut Laporan Aktivis Kemanusiaan

Kamis, 30 April 2026 | 21:41

APBN Tekor Rp240,1 T, Kemenkeu Tiadakan Konferensi Pers

Kamis, 30 April 2026 | 21:37

DPR Soroti Peran Strategis Proyek Danantara bagi Industri dan Lapangan Kerja

Kamis, 30 April 2026 | 20:41

Sejarah Hari Pendidikan Nasional 2 Mei, Asal Usul dan Peran Ki Hadjar Dewantara

Kamis, 30 April 2026 | 20:21

Mitigasi Dampak Perubahan Iklim, PLN-UNOPS Dorong Utilisasi EBT Nasional

Kamis, 30 April 2026 | 20:16

Apa Itu Sinkhole yang Muncul Kebun Warga Gunungkidul Yogyakarta?

Kamis, 30 April 2026 | 19:46

Sejarah Outsourcing dari Zaman Kolonial hingga Jadi Tuntutan di Hari Buruh 2026

Kamis, 30 April 2026 | 19:32

Kebijakan Energi RI Terjebak Pola Pikir Jangka Pendek Menahun

Kamis, 30 April 2026 | 19:27

Komisaris PT Loco Montrado Dicecar KPK soal Pengembalian Kerugian Negara Rp100 Miliar

Kamis, 30 April 2026 | 19:25

Selengkapnya