Berita

Ketua Gerakan Kemerdekaan Kabylia, Ferhat Mhenni, dalam deklarasi kemerdekaan Kabylia di New York, Amerika Serikat.

Dunia

Kabylia Mendeklarasikan Kemerdekaan dari Aljazair

SENIN, 22 APRIL 2024 | 12:57 WIB | LAPORAN: JONRIS PURBA

Setelah bertahun-tahun berjuang, gerakan kemerdekaan Kabilia kembali menyatakan kemerdekaan dari Aljazair.

Deklarasi kemerdekaan dilakukan dalam sebuah upacara di dekat Markas PBB di New York, Amerika Serikat, hari Sabtu (20/4). Masyarakat Kabylia yang menghadiri deklarasi kemerdekaan itu mengibarkan bendera dan menyanyikan lagu nasional Kabylia.  

Ketua Gerakan Kemerdekaan Kabylia, Ferhat Mhenni, dalam deklarasi itu mengenang sejarah negara bagian Kabyle yang diaksa bergabung dengan Aljazair oleh kolonialisme Perancis. Kabylia memberontak melawan kolonialisme Aljazair dari tahun 1963 hingga 1966.


Beberapa hari sebelum deklarasi ini, Mhenni berbicara di hadapan peserta sesi ke-23 Forum Permanen PBB mengenai Isu-isu Masyarakat Adat. Dia mendesak dimasukkannya Kabylia ke dalam proses dekolonisasi PBB.

Dia juga menyuarakan harapan bahwa komite dekolonisasi keempat PBB akan menerima delegasi Kabylia untuk mencari cara mendukung perjuangan kemerdekaan mereka secara damai.

Ferhat Mhenni menyesalkan lebih dari 500 aktivis damai Kabylia yang pro-kemerdekaan dipenjara atas tuduhan palsu. Ia juga mengecam bahwa Aljazair menggunakan “cara-cara teroris” untuk membela penentuan nasib sendiri namun tidak memberikan hak yang sama kepada masyarakat Kabylia, yang memiliki sejarah berbeda mengenai hal ini. kedaulatan sebelum kolonialisme Perancis dan aset nasional, termasuk bahasa Amazigh dan hukum tradisional mereka sendiri.

Populasi Kabylia telah lama ditindas dan distigmatisasi oleh rezim militer di Aljir. Saat masyarakat Kabylia berada di garis depan perjuangan melawan kolonialisme Prancis, para pemimpin Kabylia dibunuh oleh junta militer yang mengambil alih kekuasaan setelah kemerdekaan dengan membentuk rezim partai tunggal.

Selama pemerintahan Bouteflika, rezim tersebut membunuh 126 pengunjuk rasa Kabylia dalam insiden Black Spring, ketika ribuan orang turun ke jalan untuk menuntut pengakuan atas kekhususan bahasa dan budaya mereka serta pembangunan ekonomi yang lebih baik. Protes tersebut dipicu oleh pembunuhan siswa sekolah menengah Massinisa Guermah oleh gendarmerie Aljazair.

Di bawah duo Chengriha-Tebboune, rezim militer melakukan intimidasi hingga ke tingkat teror. Aktivis Kabylia menuduh Aljazair sengaja membakar wilayah mereka ketika pihak berwenang Aljazair mengirim sejumlah aktivis kemerdekaan Kabyle ke penjara atas tuduhan palsu termasuk terorisme.

Selama pemilihan presiden tahun 2019 dan referendum konstitusi berikutnya, jumlah pemilih di wilayah Kabylia yang bergolak mendekati nol, yang menunjukkan penolakan yang kuat terhadap penduduk lokal terhadap pemerintahan Aljazair.

Populer

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

BGN Setop Sementara Operasional 1.276 SPPG, Ini Sebabnya

Kamis, 17 September 2026 | 01:56

DPR Apresiasi Kejagung Sita Aset dalam Kasus Febrie Tanpa Pandang Bulu

Kamis, 17 September 2026 | 01:30

Perang Dunia Ketiga Is Coming?

Kamis, 17 September 2026 | 01:04

KKP dan FAO Bidik Sektor Perikanan Genjot Ketahanan Pangan

Kamis, 17 September 2026 | 00:49

Kasus Teror di Papua Bikin Masyarakat Ragu dengan Kemampuan TNI-Polri

Kamis, 17 September 2026 | 00:20

Pemimpin Merupakan Refleksi Sistem Politik yang Dibangun Masyarakat

Kamis, 17 September 2026 | 00:01

Pergantian Menteri Harus Jadi Momentum Perkuat Kesejahteraan Rakyat

Rabu, 16 September 2026 | 23:35

Ada “Nama Ajaib”, Bos Pajak dan Bea Cukai Minta Rotasi Era Purbaya Dibatalkan

Rabu, 16 September 2026 | 23:08

KPK Didesak Bongkar Jaringan Sistematis Korupsi Layanan ATR/BPN

Rabu, 16 September 2026 | 22:41

Prabowo: PT Timah Untung 900 Persen Berkat Efisiensi BUMN

Rabu, 16 September 2026 | 22:36

Selengkapnya