Berita

Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Susatyo Purnomo Condro/RMOL

Presisi

Polres Metro Jakpus Siapkan Rekayasa Lalin di Kawasan Gedung MK

SENIN, 22 APRIL 2024 | 08:05 WIB | LAPORAN: ACHMAD RIZAL

Mengantisipasi aksi massa pada sidang putusan sengketa hasil Pilpres 2024, Senin (22/4), Polres Metro Jakarta Pusat menyiapkan rekayasa lalu lintas di kawasan Gedung Mahkamah Konstitusi.

Melalui keterangan tertulis, Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Susatyo Purnomo Condro, mengatakan, rekayasa bersifat situasional, menyesuaikan situasi dan kondisi.

Jika terjadi peningkatan jumlah massa, bukan tidak mungkin dilakukan penutupan dua ruas jalan di depan Gedung MK. "Setelah itu disusul pengalihan arus," tuturnya, dikutip Senin (22/4).


Lebih lanjut dijelaskan, arus dari Simpang Harmoni menuju Jalan Merdeka barat bakal dialihkan ke Jalan Kesehatan. Sedang dari Jalan Perwira menuju Merdeka Utara diarahkan ke Masjid Istiqlal dan Lapangan Banteng.

Sementara untuk arus Lalin di Simpang MH Thamrin dialihkan ke Kebon Sirih, mengarah Jalan Abdul Muis dan Patung Tani.

"Kepada masyarakat yang hendak melintas di kawasan Monas kami imbau mencari jalan alternatif," tuturnya.

Seperti diberitakan, hari ini Mahkamah Konstitusi dijadwalkan membacakan putusan perkara Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Pilpres 2024.

Agenda bersejarah itu dipastikan mengundang aksi massa. Sejak beberapa hari belakangan, kawasan Gedung MK juga sudah didatangi massa dari berbagai elemen masyarakat.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

UPDATE

Istana Minta Kritik terhadap BI Dijadikan Evaluasi Penguatan Komunikasi

Sabtu, 06 Juni 2026 | 14:23

Kursi Dua Wamen Kosong, Pemerintah Belum Siapkan Pengganti

Sabtu, 06 Juni 2026 | 14:10

Mensesneg soal Kabar Said Iqbal Masuk Kabinet: Masih Didiskusikan

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:59

Mubes V Kosgoro 1957 Digoyang Penolakan Daerah

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:52

AS Hantam Iran dengan Sanksi Baru, Jaringan Penyelundupan LPG Jadi Target

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:37

Istana Bantah Isu Menkeu dan Gubernur BI Bakal Dicopot

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:31

Prasetyo Hadi: Sinergi Pemerintah, DPR, dan BI Kunci Jaga Stabilitas Ekonomi

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:20

Bank Indonesia Sudah Intervensi, Mengapa Rupiah Tetap Melemah?

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:08

Menkeu Purbaya Bantah Omzet Warteg Turun Jadi Bukti Daya Beli Lesu

Sabtu, 06 Juni 2026 | 12:47

Daftar Komoditas Dirilis, Danantara SDI Siap Kendalikan Rezim Baru Ekspor RI

Sabtu, 06 Juni 2026 | 12:21

Selengkapnya