Berita

Ilustrasi/Net

Bisnis

Konflik Iran-Israel Memanas, BI Jamin Jaga Stabilitas Nilai Tukar Rupiah

JUMAT, 19 APRIL 2024 | 16:17 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Di tengah konflik geopolitik yang memanas antara Iran-Israel, Bank Indonesia (BI) memastikan nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar AS akan tetap terjaga.

Hal tersebut disampaikan Gubernur BI Perry Warjiyo dalam Sidang IMF World Bank di Washington DC, pada Kamis (18/4), di saat rupiah tengah bertengger di atas Rp16 ribu per dolar AS.

Gubernur BI mengklaim bahwa ekonomi Indonesia termasuk salah satu negara emerging market (EMEs) yang kuat dalam menghadapi berbagai dampak global akibat ketidakpastian penurunan Fed Fund Rate (FFR), dan meningkatnya ketegangan di Timur Tengah.


Hal tersebut, kata Perry ditopang oleh kebijakan moneter dan fiskal yang (hati-hati) pruden dan terkoordinasi erat, yang dapat diraih dengan menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.

“Kami terus memastikan stabilitas rupiah tetap terjaga dengan intervensi valuta asing dan langkah-langkah  lain yang diperlukan,” kata Perry dikutip Jumat (19/4).

Selain itu, dalam mendukung ketahanan eksternal ekonomi Indonesia BI juga berkomitmen untuk mengelola aliran portofolio asing yang ramah pasar, termasuk operas? moneter yang pro-market dan terintegrasi dengan pendalaman pasar uang.

Di sisi lain,  Kepala Departemen Moneter Bank Indonesia Edi Susianto sebelumnya telah mengatakan bahwa BI akan berupaya menjaga kestabilan kurs rupiah dengan menjaga keseimbangan supply-demand valas di market.

Selain itu, BI juga akan meningkatkan daya tarik aset rupiah untuk mendorong capital inflow, seperti melalui daya tarik SRBI (Sekuritas Rupiah Bank Indonesia) dan hedging cost, serta melakukan koordinasi dan komunikasi dengan stakeholder terkait.

“BI akan melakukan komunikasi dengan stakeholder seperti dengan pemerintah, Pertamina dan lainnya,” kata Edi.

Populer

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Ini Alasan Nusron Wahid Tak Nongol di DPR Usai Anak Buah Dicokok KPK

Rabu, 16 September 2026 | 16:28

Prabowo Sampaikan Duka Cita atas Kecelakaan KM Virgo Transport 8

Rabu, 16 September 2026 | 16:17

Panja RUU Pemilu Dipastikan Dibentuk Tahun Ini

Rabu, 16 September 2026 | 16:15

Perlu Diusut Dugaan Penyalahgunaan BBM Subsidi di Muara Baru

Rabu, 16 September 2026 | 16:11

PT 5 Persen Bikin Partai Nonparlemen Makin Berat ke Senayan

Rabu, 16 September 2026 | 16:10

Prabowo Resmikan LRT Kelapa Gading-Manggarai, Danantara Diminta Ikut Bantu

Rabu, 16 September 2026 | 16:09

Bapemperda DPRD DKI Dorong Penguatan Perlindungan Anak di Ruang Digital

Rabu, 16 September 2026 | 16:00

OPM Bunuh Sopir Angkutan Masyarakat, Mobil Dibakar

Rabu, 16 September 2026 | 15:47

Kolaborasi Lintas Lembaga Terus Diperkuat Meski Karhutla Menurun

Rabu, 16 September 2026 | 15:44

KPK Periksa 3 ASN BPK terkait Dugaan Suap Pengubahan Audit Pemkab Muara Enim

Rabu, 16 September 2026 | 15:32

Selengkapnya