Berita

analis politik dari Universitas Al Azhar Indonesia Ujang Komarudin/Net

Politik

Pengajuan Amicus Curiae Tidak Akan Undang Gelombang Massa

KAMIS, 18 APRIL 2024 | 18:51 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Ramainya elemen masyarakat mengajukan amicus curiae atau sahabat pengadilan di Mahkamah Konstitusi (MK) tidak akan memicu gelombang protes massa.

Menurut analis politik dari Universitas Al Azhar Indonesia Ujang Komarudin, pengajuan seseorang menjadi amicus curiae merupakan hal yang wajar.

"Saya sih melihatnya sesuatu yang biasa dan wajar saja, istilah hukum amicus curiae jadi itu hak juga bagi siapapun,” ucap Ujang Komarudin kepada Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (18/4).


"Dalam konteks demokrasi sah-sah saja, nanti pertimbangannya ada di hakim itu sendiri,” sambungnya.

Ujang mengatakan tidak akan terjadi gelombang massa meskipun ada banyak orang yang mengajukan diri sebagai amicus curiae dalam perkara sengketa Pilpres 2024 ini.

"Apakah akan mengundang gelombang massa? Saya rasa tidak ya, tidak akan gitu. Karena bagaimanapun kita percaya lembaga hukum hukum khususnya MK memutuskan secara seadil-adilnya,” tutupnya.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

UPDATE

Istana Minta Kritik terhadap BI Dijadikan Evaluasi Penguatan Komunikasi

Sabtu, 06 Juni 2026 | 14:23

Kursi Dua Wamen Kosong, Pemerintah Belum Siapkan Pengganti

Sabtu, 06 Juni 2026 | 14:10

Mensesneg soal Kabar Said Iqbal Masuk Kabinet: Masih Didiskusikan

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:59

Mubes V Kosgoro 1957 Digoyang Penolakan Daerah

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:52

AS Hantam Iran dengan Sanksi Baru, Jaringan Penyelundupan LPG Jadi Target

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:37

Istana Bantah Isu Menkeu dan Gubernur BI Bakal Dicopot

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:31

Prasetyo Hadi: Sinergi Pemerintah, DPR, dan BI Kunci Jaga Stabilitas Ekonomi

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:20

Bank Indonesia Sudah Intervensi, Mengapa Rupiah Tetap Melemah?

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:08

Menkeu Purbaya Bantah Omzet Warteg Turun Jadi Bukti Daya Beli Lesu

Sabtu, 06 Juni 2026 | 12:47

Daftar Komoditas Dirilis, Danantara SDI Siap Kendalikan Rezim Baru Ekspor RI

Sabtu, 06 Juni 2026 | 12:21

Selengkapnya