Berita

Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri/Net

Politik

Publik Tertawa Lihat Megawati Kritik "Pemerintahannya" Sendiri

JUMAT, 12 APRIL 2024 | 22:00 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Publik kini tertawa menyimak kritik yang disampaikan Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, terhadap pemerintahan yang dipimpin dan dijalankan PDIP sendiri.

Penilaian itu disampaikan Direktur Pusat Riset Politik, Hukum dan Kebijakan Indonesia (PRPHKI), Saiful Anam, menanggapi tulisan Megawati yang dimuat di Koran Kompas, Senin (8/4), dengan judul "Kenegarawanan Hakim Mahkamah Konstitusi".

"Publik tertawa melihat semua itu. Karena, jika Megawati mengkritik pemerintahan saat ini, maka jelas-jelas ia telah mengkritik koalisi pemerintahan yang dibentuk, dipimpin dan dijalankan PDIP sendiri," kata Saiful kepada Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (12/4).


Akademisi Universitas Sahid Jakarta itu juga menilai, kritik Mega itu sama dengan adagium "senjata makan tuan".

Selama ini, kata dia, masukan-masukan publik, kritik-kritik publik, dan saran-saran yang diberikan selama ini tidak didengar PDIP dan Megawati, bahkan lebih memberikan pembelaan kepada Joko Widodo.

"Di akhir jabatan PDIP justru berubah 360 derajat, dengan melakukan kritik sangat keras kepada Jokowi. Apakah ini yang disebut sebagai kutukan, atau ini salah satu bentuk jalan Tuhan kepada PDIP yang selama ini hanyut dalam buaian Jokowi," urai Saiful.

Bahkan, Saiful menyebut kritikan Megawati tak lain ditujukan pada pemerintahannya sendiri, lelucon politik yang tidak hanya terjadi pada era pemerintahan kerajaan Majapahit.

"Di mana hancurnya kerajaan lebih banyak disebabkan orang-orang terdekatnya sendiri," pungkas Saiful.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

OASE III PTKIN 2026: UIN Sunan Kalijaga Raih Juara Umum

Sabtu, 07 November 2026 | 08:19

Wall Street Rebound, Nasdaq Masih Babak Belur

Sabtu, 07 November 2026 | 08:05

Luruskan Tudingan Rekayasa, Muhammad Munawar: Proses Etik Dasaad Dilakukan secara Kelembagaan

Sabtu, 07 November 2026 | 07:38

Siapa Stephen Miller, Orang Kepercayaan Trump yang Jadi Kepala Staf Gedung Putih?

Sabtu, 07 November 2026 | 07:28

Gejolak Politik AS dan Krisis Prancis Tekan Pasar Saham Eropa

Sabtu, 07 November 2026 | 07:10

Ahmad Doli Kurnia dan Masa Depan Golkar

Sabtu, 07 November 2026 | 06:50

Penyadapan Presiden Bukan Pengalihan Isu, Tapi Operasi Terorganisir

Sabtu, 07 November 2026 | 06:25

Palestina dan Percaturan Imperium Global

Sabtu, 07 November 2026 | 05:59

Penyadapan Prabowo Ancaman Serius terhadap Negara

Sabtu, 07 November 2026 | 05:41

Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional

Sabtu, 07 November 2026 | 05:18

Selengkapnya