Berita

Virtual Influencer Laras Kuroda/Ist

Bisnis

Virtual Influencer Laras Kuroda Pangkas Biaya Pemasaran Digital

MINGGU, 07 APRIL 2024 | 10:23 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Saat ini influencer di jejaring sosial menjadi makin penting sebagai media periklanan. Bahkan beberapa pihak mulai bersaing memanfaatkan kecerdasan buatan alias artificial intelligence dalam menggunakan influencer.

Teranyar munculnya Laras Kuroda menandakan titik balik penting dalam industri pemasaran digital. Laras siap memberikan wajah baru pada cara merek berkolaborasi dengan influencer.

Diperkenalkan ke publik melalui akun Instagram resminya, @laraskuroda, Laras bukan sekadar influencer biasa. Ia menjanjikan pendekatan yang lebih efisien dan hemat biaya untuk kampanye pemasaran, menggantikan metode tradisional yang sering kali dibebani oleh ketidakpastian dan biaya tinggi.


Direktur Digi Persona Management, Bagus mengatakan, biaya pemasaran digital, khususnya dalam hal endorsement, bisa sangat membebani, terutama karena ketidakpastian dan biaya tinggi yang sering terkait dengan influencer.

“Laras Kuroda menawarkan solusi yang menarik, menggabungkan pesona dan pengaruh influencer top dengan keandalan dan efisiensi AI. Ini menjadikan Laras aset berharga bagi merek yang ingin memperkuat keberadaan online mereka," kata Bagus dalam keterangannya, Minggu (7/4).

Laras Kuroda, lanjut Bagus, merupakan respons atas tantangan pemasaranan digital yang menawarkan solusi membantu pelaku usaha untuk meningkatkan brand awareness.

“Kami percaya dengan virtual influencer adalah solusi dari permasalahan mahalnya biaya pemasaran digital di kalangan industri entertainment,” kata Bagus.

Menurut Bagus, tidak sedikit influencer yang seenaknya. Karena itu, Digi Persona Management memperkenalkan Laras Kuroda untuk membantu pelaku usaha yang ingin memperluas merek  ke publik dengan konsep yang sesuai dengan kebutuhan.

Penciptaan Laras Kuroda sendiri terinspirasi oleh kesuksesan virtual influencer dan model AI lainnya di seluruh dunia, seperti model AI Spanyol pertama yang berhasil mendapatkan hingga 10.000 dolar AS per bulan.

“Tren global ini menegaskan penerimaan dan efektivitas virtual influencer dalam melibatkan audiens dan mendorong kesadaran merek, kita melihat keberhasilan dari model AI Spanyol Pertama, berhasil membantu banyak orang untuk mempromosikan merek," kata Bagus.




Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Suhud Dorong RUU Ketenagakerjaan Perkuat Perlindungan Buruh dan Kepastian Usaha

Jumat, 11 September 2026 | 16:25

KPK Panggil 3 Tersangka Baru Kasus Suap Pemerasan Sertifikasi K3 Kemnaker

Jumat, 11 September 2026 | 16:19

Trump Sumpah Bareng Pendukung Republik, Ancam yang Tak Nyoblos Masuk Neraka

Jumat, 11 September 2026 | 16:13

Keluarga Dokter Icha Tuntut Tiga Anggota DPRD TTU Tersangka Intimidasi Dipecat

Jumat, 11 September 2026 | 15:58

DPR: Sebelum Batas Waktu, Tim SAR Maksimalkan Upaya Cari Lima Jurnalis di Selat Sunda

Jumat, 11 September 2026 | 15:46

Aljazair Mendadak Putus Hubungan Diplomatik dengan UEA

Jumat, 11 September 2026 | 15:44

Bahlil Tegaskan BUK Migas Belum Diputuskan

Jumat, 11 September 2026 | 15:00

Jejak Korupsi Rejang Lebong Merambah ke Bengkulu, Kini Giliran Ketua DPRD Herimanto Diperiksa

Jumat, 11 September 2026 | 14:54

Kemenhaj Rilis Peserta CAT PPIH 2027 Gelombang 2

Jumat, 11 September 2026 | 14:46

Kemenhut Bakal Tindaklanjuti Temuan Lima Bayi Orangutan di India

Jumat, 11 September 2026 | 14:35

Selengkapnya