Berita

Kapal induk China yang kerap beroperasi di sekitar Taiwan.

Dunia

Taiwan Kerahkan Armada untuk Imbangi Taktik Zona Abu-abu China

SABTU, 06 APRIL 2024 | 03:09 WIB | LAPORAN: JONRIS PURBA

Kementerian Pertahanan Taiwan mengerahkan armada Angkatan Laut dan pesawat tempur untuk memantau kehadiran militer China di sekitar negara itu dalam beberapa hari belakangan ini. Selain itu, Taiwan juga mengerahkan sistem rudal pertahanan udara.

Taiwan News melaporkan, sejak hari Selasa (2/4) kapal-kapal Angkatan Laut dan pesawat tempur Angkatan Udara Tentara Pembebasn Rakyat (PLA) China meningkatkan intensitas operasi mereka di dekat Taiwan.

Di hari Selasa, sebanyak 30  pesawat tempur Angkatan Udara dan sembilan kapal Angkatan Laut China beroperasi di sekitar Taiwan. Sebanyak 20 pesawat tempur China memasuki zona identifikasi pertahanan udara (ADIZ) Taiwan.


Sementara pada hari Rabu (3/4)  sampai Kamis (4/4) sebanyak tujuh kapal Angatan Laut dan tiga pesawat tempur Angkatan Udara China terpantau berada di sekitar Taiwan.

Sejak September 2020, Tiongkok meningkatkan penggunaan taktik zona abu-abu  secara bertahap. Intensitas kehadiran pesawat tempur dan kapal perang China di sekitar Taiwan ditambah.

Taktik zona abu-abu didefinisikan sebagai upaya atau serangkaian upaya di luar pencegahan dan jaminan kondisi tetap yang berupaya mencapai tujuan keamanan seseorang tanpa menggunakan penggunaan kekuatan secara langsung dan cukup besar.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya