Berita

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu/Net

Global

Israel Setuju Buka Sementara Jalur Perbatasan Utara Erez Gaza

JUMAT, 05 APRIL 2024 | 12:25 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Setelah mendapat tekanan dari banyak pihak tentang krisis kemanusiaan Gaza, kini pemerintah Israel bersedia membuka jalur perbatasan utara Erez untuk distribusi bantuan.

Keputusan itu disampaikan oleh kantor Perdana Menteri Benjamin Netanyahu pada Jumat (5/4), hanya beberapa jam setelah Presiden Amerika Serikat, Joe Biden mengancam Israel tentang keberlanjutan pasokan senjata.

Erez meliputi jalur darat dan pelabuhan sekitar 25 mil utara Gaza akan dibuka sementara untuk meningkatkan pengiriman bantuan di tengah pertempuran yang terus berkecamuk.


“Israel akan mengizinkan pengiriman bantuan kemanusiaan sementara melalui Ashdod dan pos pemeriksaan Erez,” bunyi pengumuman tersebut, seperti dimuat Arab News.

Menurut pernyataan tersebut, pemerintah Israel juga akan mengizinkan peningkatan bantuan dari Yordania melalui Kerem Shalom, sebuah perbatasan antara Gaza selatan dan Israel yang dikenal dalam bahasa Arab sebagai Karm Abu Salem.

Izin pembukaan perbatasan keluar menyusul tewasnya tujuh staf kemanusiaan dari organisasi World Central Kitchen yang berbasis di AS.

Pada Kamis (4/4), Netanyahu melakukan pembicaraan telepon selama 30 menit dengan Biden untuk membicarakan serangan pada tujuh pekerja kemanusiaan tersebut.

Biden mendesak agar Israel segera meraih gencatan senjata dan melindungi seluruh warga sipil yang ada di zona perang Gaza.

Jika tidak, AS akan mempertimbangkan kembali bantuan senjata berkelanjutan ke Israel.

"Kebijakan senjata AS akan ditentukan oleh langkah spesifik, konkrit, dan terukur Israel dalam mengatasi kerugian sipil, penderitaan kemanusiaan, dan keselamatan pekerja bantuan," tegasnya.

Populer

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

Keputusan Pemerintah Batasi Ekspor Gas ke Singapura Sangat Tepat

Selasa, 27 Oktober 2026 | 01:57

IHSG, Selat Malaka dan Ujian Kedaulatan Ekonomi Indonesia

Selasa, 27 Oktober 2026 | 01:41

MKD Diminta Bersikap Tegas Sikapi Laporan Dugaan KDRT Anggota Dewan

Selasa, 27 Oktober 2026 | 01:20

Singapura, Dino Patti Djalal dan Opini Sesat

Selasa, 27 Oktober 2026 | 00:45

Bareskrim Tahan WN Taiwan Manajer Kapal Pengangkut 1 Ton Ketamin

Selasa, 27 Oktober 2026 | 00:26

Haji Isam dan Kutukan Demokrasi Mahal

Senin, 26 Oktober 2026 | 23:50

Kinerja Sektor Hukum Era Prabowo-Gibran Makin Bertaring

Senin, 26 Oktober 2026 | 23:24

Temui Mendikdasmen, DPR Minta Gerakan Lawan Bullying Diperkuat Lintas Sektor

Senin, 26 Oktober 2026 | 23:09

Balas Singapura! Bahlil Bakal Bangun PLTN di Batam

Senin, 26 Oktober 2026 | 22:18

Pelabuhan Sabang Didorong jadi Hub Internasional yang Ramah Lingkungan

Senin, 26 Oktober 2026 | 22:17

Selengkapnya