Berita

Gerakan Masyarakat Muara Enim Bersatu melakukan aksi damai di depan kantor Bupati Muara Enim terkait seringnya pemadaman listrik di Kabupaten Muara Enim/RMOLSumsel

Nusantara

Gara-gara Listrik Terlalu Sering Padam, Warga Muara Enim Geruduk Kantor Bupati

KAMIS, 04 APRIL 2024 | 15:13 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Kekesalan yang begitu besar akibat listrik sering padam membuat masyarakat yang mengatasnamakan diri Gerakan Masyarakat Muara Enim Bersatu melakukan aksi demonstrasi ke kantor Bupati Muara Enim, Kamis (4/4).

Puluhan massa aksi terlihat mulai berorasi di halaman kantor Bupati Muara Enim sekira pukul 10.45 WIB. Mereka menuntut agar ada peningkatan pelayanan PT PLN ke konsumen. Kemudian meminta agar SDM PT PLN memperbaiki kinerjanya yang dinilai kurang.

Orasi pun dilanjutkan dengan permintaan adanya kompensasi dari PT PLN terkait pemadaman yang sering terjadi. Mereka menuntut penjelasan terkait ganti rugi kerusakan peralatan elektronik akibat tegangan listrik yang tidak stabil.


Pun meminta ada pergantian semua subkon PT PLN ranting Muara Enim Cabang Lahat yang dinilai tidak mampu menjadi mitra kerja yang baik.

Salah satu warga, Doni Arianto, dalam orasinya mengatakan, pihaknya sudah sering berkeluh kesah baik di medsos dan mendatangi pihak PLN langsung namun belum ada jawaban.

Pihaknya berharap agar bisa difasilitasi untuk mencari solusi atas keluhan pemadaman listrik yang sudah sangat sering terjadi.

Menurutnya, Muara Enim merupakan lumbung energi, tapi masyarakat tidak menikmati keberadaan listrik secara merata. Jangan hanya bisa menghidupi daerah lain sampai ke Jawa dan Bali, tapi Muara Enim masih gelap.

Massa aksi kemudian diterima secara langsung oleh Sekda Muara Enim, Yulius, di ruang rapat Serasan Sekundang. Di mana pada kesempatan itu turut dihadirkan pihak yang mewakili PT PLN secara langsung.

"Aksi kita tadi sudah diterima oleh Sekda, seluruh massa aksi sudah dipertemukan dengan perwakilan pihak PLN, pada intinya kami meminta kepada pihak PLN pada minggu ke-4 di bulan April nanti akan diadakan lagi pertemuan dengan pimpinan PT PLN," jelas Koordinator aksi, Junizar, dikutip Kantor Berita RMOLSumsel, Kamis (4/4) .

Disinggung mengenai adanya usulan agar jaringan listrik ditanam di bawah tanah untuk menghindari gangguan, Junizar mengatakan, kabupaten ini sudah sangat layak untuk memperbaiki jaringan dengan cara ditanam seperti di luar negeri atau kota-kota lainnya di Indonesia.

"Sebagai salah satu lumbung energi sudah sepantasnya ada upaya penertiban, ada inovasi ke arah sana untuk pelayanan yang lebih baik," katanya.

Sementara itu, manager PLN, Irfan Maulana mengatakan, pihaknya akan terus berusaha untuk melakukan perbaikan.

Terkait persoalan ganti rugi itu, pihaknya berpegangan pada Undang-undang pelayanan konsumen. Kalau dirasa ada yang dirugikan akan disesuaikan dengan undang-undang dan pihaknya siap untuk melaksanakannya.

"Persoalannya gangguan ini kadang bisa karena gangguan pohon, hewan dan komponen. Untuk persoalan pohon ini kami hanya diizinkan papas pohon, kalau pohon yang tumbuh di tanah warga itu tanggung jawab pemilik tanah, untuk penebangan sifatnya koordinasi dengan kami agar dilakukan pemadaman listrik terlebih dahulu," jelasnya.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Tumbuhkan Mimpi Puluhan Anak Nelayan Cilincing Lewat Nobar Film

Senin, 14 September 2026 | 03:18

Sejumlah Alutsista TNI Gercep Sisir Korban KM Virgo Transport 8

Senin, 14 September 2026 | 02:55

Kesehatan di Tepi Republik

Senin, 14 September 2026 | 02:29

Ekonomi Batam Tumbuh 7,28 Persen Bukti Kepercayaan Dunia Usaha Terus Menguat

Senin, 14 September 2026 | 01:54

Terpilih jadi Ketum HPK Kosgoro 1957, Eric Hermawan Langsung Tancap Gas Konsolidasi

Senin, 14 September 2026 | 01:24

Abu Vulkanik Berbahaya bagi Air dan Ikan, Begini Penjelasannya

Senin, 14 September 2026 | 00:55

KDM Dinilai Lebih Utamakan Pencitraan Ketimbang Solusi Defisit APBD Jabar

Senin, 14 September 2026 | 00:33

Menuju HUT ke-81, Panglima TNI Buka Rangkaian 72 Lomba Open Turnamen

Senin, 14 September 2026 | 00:11

SOKSI Siap Tempuh Jalur Hukum Gugat 'Bocor Alus Tempo'

Minggu, 13 September 2026 | 23:48

Asta Cita, Zakat, dan Jalan Baru Mengentaskan Kemiskinan

Minggu, 13 September 2026 | 23:24

Selengkapnya