Berita

Artifac/Net

Tekno

Yahoo Beli Aplikasi Agregasi Berita Artifact

KAMIS, 04 APRIL 2024 | 14:31 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Yahoo akhirnya berhasil membeli aplikasi agregasi berita dan rekomendasi bertenaga AI, Artifact, dari salah satu pendiri Instagram.

Setelah diakuisisi, Yahoo akan menggabungkan teknologi personalisasi AI Artifact dan fitur lainnya ke dalam produk termasuk Yahoo News dalam beberapa bulan mendatang.

Pendiri Artifact Kevin Systrom dan Mike Krieger akan menjadi penasihat Yahoo selama masa transisi.


“AI telah memungkinkan kami memberikan pengalaman yang lebih baik kepada pengguna dalam menemukan konten hebat yang mereka minati,” kata  Systrom, CEO Artifact, seperti dikutip dari Engadget, Rabu (3/4).

"Yahoo menyadari peluang itu, dan kami sangat bersemangat untuk melihat apa yang telah kami bangun secara langsung melalui Yahoo News," ujarnya.

Artifact memulai debutnya pada bulan Januari tahun lalu dan mendapatkan sedikit kemajuan berkat sistemnya yang solid yang memunculkan cerita-cerita yang pada umumnya ingin dibaca oleh pengguna.

Aplikasi ini bertujuan untuk meningkatkan umpan berita yang dipersonalisasi dari waktu ke waktu.  

Systrom dan Krieger mengumumkan rencana untuk menutup Artifact pada bulan Januari, tetapi pasangan ini sebenarnya tetap menjalankannya lebih lama hingga menjualnya.

Yahoo sebelumnya membeli aplikasi lain yang menggunakan AI untuk merangkum berita, Summly, lebih dari satu dekade lalu. Mereka kemudian menutup aplikasi tersebut dan menggabungkan teknologi di balik Summly ke produk lain.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

UPDATE

Bakom RI Gandeng Homeless Media Perluas Komunikasi Pemerintah

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:17

Bakom Rangkul Homeless Media, Komisi I DPR: Layak Diapresiasi tetapi Tetap Harus Diawasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:12

Israel Kucurkan Rp126 Triliun demi Pulihkan Citra Global yang Kian Terpuruk

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:11

Teguh Santosa: Nuklir Jangan Dijadikan Alat Tawar Politik Global

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:55

AS-Iran di Ambang Kesepakatan Damai

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:34

LHKPN Prabowo dan Anggota Kabinet Merah Putih Masih Tahap Verifikasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:22

Apa Itu Homeless Media Dan Mengapa Populer Di Era Digital Saat Ini

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:13

Tangguh di Level 7.117, IHSG Menguat 0,36 Persen di Sesi I

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:13

China dan Iran Gelar Pertemuan Penting Bahas Situasi Timur Tengah

Kamis, 07 Mei 2026 | 12:46

Industri Film Bisa jadi Sumber Pertumbuhan Ekonomi Baru

Kamis, 07 Mei 2026 | 12:15

Selengkapnya