Berita

Politikus senior PKS, Hidayat Nur Wahid/RMOL

Politik

HNW: Jas Hijau, Jangan Sekali-kali Hilangkan Jasa Ulama

KAMIS, 04 APRIL 2024 | 01:40 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Tanggal 3 April 1950 dinilai sebagai hari penting dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia. Di tanggal tersebut pentolan Partai Masyumi M. Natsir mengajukan mosi integrasi kembali kepada NKRI dalam sidang DPR Republik Indonesia Serikat (RIS).

Politikus senior PKS, Hidayat Nur Wahid mengungkapkan perjuangan Natsir bagi kedaulatan NKRI tersebut sangat besar. Dia menganggap Natsir merupakan ulama sekaligus politikus yang memperjuangkan kepentingan bangsa.

Hari ini 3 April 2024. Dulu pada 3 April 1950, M Natsir, Ketua F Masyumi di DPR RIS, ajukan Mosi Integral, kembalikan RI jadi NKRI lagi, sebelumnya Belanda melalui KIB mengubah RI jadi RIS. Ingat NKRI Harga Mati, ingat Mosi Integral Natsir. #JasMerah Yes, #JasHijau juga Yes!!” tulis HNW akrab disapa dalam akun media X pribadinya, Rabu (3/4).


HNW menyebutkan istilah Jas Merah. Istilah ini populer karena dilontarkan oleh Sang Proklamator RI Bung Karno. Jas Merah merupakan singkatan ‘jangan sekali-kali melupakan sejarah’.

Selain Jas Merah, Wakil Ketua MPR RI itu juga melontarkan istilah Jas Hijau. Netizen pun kemudian bertanya-tanya, singkatan dari Jas Hijau.

JAS MERAH” ; Jangan Sekali-kali Melupakan/Menghilangkan Sejarah. “JAS HIJAU” ; Jangan Sekali-kali mengHilangkan Jasa Ulama/Umat/Umara,” tulis HNW menambahkan.

Alhasil netizen baik yang pro maupun kontra ramai mengomentari postingan mantan Presiden PKS tersebut.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Kiprah Yadyn, Jaksa yang Antar Febrie Adriansyah ke KPK

Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:55

UPDATE

Prabowo Kumpulkan Ratusan Pengurus Kadin se-Indonesia di Istana

Jumat, 31 Juli 2026 | 14:26

Larangan Dapur MBG Gunakan Barang Bersubsidi Sudah Tepat

Jumat, 31 Juli 2026 | 14:25

Cegah Gagal Panen, Komisi IV DPR Minta Pemerintah Antisipasi Dampak El Nino

Jumat, 31 Juli 2026 | 14:03

Indonesia-Tiongkok Perkuat Kemitraan Strategis Berbasis Ekonomi Hijau

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:53

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

Dinilai Paling Siap, Palangka Raya jadi Percontohan Digitalisasi Perlinsos Berbasis IKD

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:33

Praperadilan Ketiga Roy Suryo, Ahli Perkuat Dalil Permohonan Ganti Rugi Rp206 Juta

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:32

Jakarta Gandeng Banten Bangun Kawasan Ketahanan Pangan Terpadu

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:27

Digitalisasi Perizinan Tutup Celah Perdagangan Satwa Liar Ilegal

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:12

IHSG Sesi I Menguat 29 Poin, Saham TINS DEWA dan BBCA Paling Memikat Investor

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:12

Selengkapnya