Berita

Dr. Erkin Emet, tokoh literasi Uighur yang ditangkap tahun 2018 karena menyebarkan buku-buku perjuangan bangsa Uighur.

Global

Erkin Emet Ditangkap Karena Pasarkan Buku Perjuangan Uighur, Nasibnya Belum Diketahui

JUMAT, 29 MARET 2024 | 18:58 WIB | LAPORAN: JONRIS PURBA

Erkin Emet (65), seorang tokoh literasi Uighur yang menerbitkan buku tentang identitas dan budaya Uighur termasuk di dalam daftar intelektual yang ditahan pemerintah China di Xinjiang. Menurut Yayasan Uyghur Hjelp yang berada di Norwegia, Erkin Emet ditahan sejak Juli 2018, dan sampai kini tidak ada kabar beritanya.

Pendiri Yayasan Uyghur Hjelp, Abduweli Ayup, dalam keterangannya baru-baru ini mengatakan, Emet dituduh pihak berwenang menghasut separatisme etnis Uighur.

Melalui jalur rahasia, Ayup mengetahui bahwa Emet kemungkinan besar ditangkap karena keterlibatannya dalam penerbitan atau penyebaran dua buku yang mengganggu pemerintahan PKC.


Pertama, novel “Altun Kesh” atau “Sepatu Emas” karya Halide Israel yang berkisah tentang penganiayaan terhadap warga Uighur selama Revolusi Kebudayaan China tahun 1966 sampai 1976. Di dalam buku ini juga diajarkan pentingnya mempertahankan identitas Uighur.

Buku kedua adalah “Ana Yurt” atau “Tanah Air” karya Zordun Sabir yang menceritakan kemenangan Uighur atas kekuatan nasionalis China pada awal tahun 1940an dan berdirinya Republik Turkestan Timur Kedua dari tahun 1944 hingga 1949.

Emet ditangkap dalam operasi “Hui Tou Kan” atau “Melihat ke Belakang” kata seorang petugas polisi yang bekerja di dekat Rumah Penerbitan Kesehatan Xinjiang di Urumqi, pada Radio Free Asia. Di tempat itu dulu Emet bekerja.

Pada saat itu, pihak berwenang China menahan para intelektual Uighur, termasuk penulis dan penerbit, di kamp interniran atau penjara karena memproduksi karya yang dianggap menyembunyikan kecenderungan separatis.

Materi yang ditulis atau diterbitkan oleh tokoh-tokoh Uighur diteliti dengan cermat, meskipun sebelumnya telah mendapat persetujuan pemerintah.

“Selama Hui Tou Kan, mereka menyelidiki semua buku yang diterbitkan sebelumnya,” kata seorang pejabat di Kantor Hukum Politik Xinjiang di Urumqi, ibu kota wilayah tersebut.

Emet yang memiliki dua anak dan beberapa cucu pertama kali menjabat sebagai wakil direktur Toko Buku Xinhua cabang Kashgar pada tahun 1990an. Kelompoknya dikenal sebagai Uyghuryar. Dia memesan 5.000 eksemplar “Ana Yurt” yang terjual dengan cepat.

“Dia membuka beberapa toko buku besar di berbagai wilayah di Kashgar, memperluas Toko Buku Kashgar Xinhua, dan mendiversifikasi penawarannya dengan berbagai kategori, yang terbukti berhasil,” kata Ayup kepada RFA.

Emet diangkat sebagai direktur Rumah Penerbitan Kashgar Uyghur pada akhir tahun 2010.

Di sana ia menerbitkan karya-karya terkenal, termasuk delapan jilid kumpulan puisi karya Hojamuhemmed Muhammad dan berperan penting dalam menerbitkan “Kechmish” atau “Tales of the Past” karya Halide Israel, dan “Altun Kesh”.

Pada Mei 2018, Emet pindah ke Urumqi untuk menjadi direktur Rumah Penerbitan Kesehatan Xinjiang, tempat ia bekerja dengan Qurban Mamut, pensiunan editor Uighur terkenal di Jurnal Peradaban Uighur, menurut Ayup.

Dua bulan kemudian, Emet ditangkap.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

Hari Bakti, Lapas Cianjur Gelar Aksi Bersih-Bersih melalui Imipas Peduli

Jumat, 06 November 2026 | 22:35

Kejagung Sita Rp11,7 Miliar dalam Kasus Nikel Arif Kurniawan

Jumat, 06 November 2026 | 22:31

Kapolri Banjir Dukungan Bongkar Kasus Penyadapan

Jumat, 06 November 2026 | 22:21

Bank Mandiri Bukukan Laba Bank Only Rp46,5 Triliun

Jumat, 06 November 2026 | 22:19

Aturan Berubah, Ekspor ke Jepang hingga Uni Eropa Masuk Daftar Relaksasi

Jumat, 06 November 2026 | 22:06

11 Kreator Indonesia Siap Bersaing di TikTok Awards Southeast Asia 2026

Jumat, 06 November 2026 | 21:48

Singgung Jokowi-Gibran, Penyadapan Prabowo Diduga Bermuatan Politik

Jumat, 06 November 2026 | 21:39

Pegasus di Indonesia: Sekadar Mitos atau Ancaman Nyata?

Jumat, 06 November 2026 | 21:26

MedcoEnergi Umumkan Penerbitan Obligasi Senilai 300 Juta Dolar AS

Jumat, 06 November 2026 | 21:26

Ketika Listrik Membuka Peluang: Dari Rumah Tangga hingga Ekonomi Desa

Jumat, 06 November 2026 | 21:03

Selengkapnya