Berita

Anggota KPU RI, Mochammad Afifuddin/RMOL

Politik

Besok KPU Hadiri Sidang Pendahuluan Sengketa Pilpres 2024

SELASA, 26 MARET 2024 | 22:25 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Agenda sidang pendahuluan sengketa atau Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Presiden dan Wakil Presiden, dipastikan akan dihadiri Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia (KPU RI), di Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia (MK RI) besok.

Anggota KPU RI Mochammad Afifuddin mengatakan, pihaknya akan hadir bersama kuasa hukum yang disewa untuk menangani PHPU yang diajukan dua pasangan calon presiden dan calon wakil presiden (capres-cawapres).

Dua pasangan capres-cawapres itu di antaranya yang mendapat nomor urut 1 Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar, dan yang diberi nomor urut 3 Ganjar Pranowo dan Mahfud MD.


"Sesuai jadwal, besok, Rabu 27 (Maret 2024) sidang pendahuluan (di MK) untuk 2 permohonan Pilpres," ujar sosok yang kerap disapa Afif itu kepada wartawan, Selasa (26/3).

Ketua Divisi Hukum dan Pengawasan KPU RI tersebut memastikan, posisi lembaga penyelenggara pemilu adalah sebagai pihak Termohon di dua perkara PHPU Presiden dan Wakil Presiden itu.

Sehingga, Afif memastikan KPU RI telah menyiapkan dalil-dalil jawaban serta bukti-bukti, yang akan disampaikan dalam bentuk tulisan kepada MK pada hari esoknya.

"Dan jawaban (pihak) Termohon (KPU RI) akan disampaikan pada Kamis, 28 Maret (2024)," demikian mantan Anggota Badan Pengawas Pemilihan Umum Republik Indonesia (Bawaslu RI) itu menambahkan.


Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya