Berita

Perdana Menteri Pakistan, Shebaz Sharif/Net

Dunia

Perdana Menteri Pakistan Janjikan Pulihkan Ekonomi Negara

SABTU, 23 MARET 2024 | 23:53 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Pemerintah Pakistan berkomitmen untuk kembali memulihkan perekonomian negara. Termasuk memberikan kestabilan ekonomi kepada seluruh masyarakat Pakistan.

Hal tersebut disampaikan Perdana Menteri Pakistan, Shebaz Sharif, saat perayaan Hari Nasional Pakistan yang jatuh pada hari ini, Sabtu (23/3).

Dalam pidatonya Shebaz mengakui adanya tantangan berat yang saat ini dihadapi negara. Seperti inflasi tinggi, pengangguran merajalela, utang yang meningkat, hingga insiden aksi teroris yang terus mengancam keamanan negara.


Namun, pada hari bersejarah itu Shebaz menyatakan keyakinannya bahwa pemerintah mampu mengatasi seluruh permasalahan tersebut.

"Kami sangat sadar akan tantangan serius yang dihadapi Pakistan saat ini termasuk masalah inflasi, pengangguran, utang melingkar, defisit fiskal dan perdagangan, dan yang terpenting adalah meningkatnya momok terorisme. Namun, sebagai sebuah bangsa, kita telah terbukti tangguh dalam menghadapi keadaan luar biasa dan teruji oleh waktu," ungkapnya.

Lebih lanjut, Shebaz menegaskan bahwa pemerintah berupaya sekuat tenaga untuk segera mengembalikan stabilitas ekonomi dalam negeri, dengan harapan dapat memberi sedikit kelegaan kepada seluruh warga negara.

"Kami berkomitmen untuk menempatkan Pakistan pada jalur pemulihan ekonomi dan kemakmuran melalui kerangka reformasi kebijakan yang meyakinkan," pungkasnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

UPDATE

JK Menjelma Imam Besar Bagi Kelompok di Luar Kekuasaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:17

KPK Benarkan Panggil Pengusaha Rokok Haji Her, Tapi Mangkir dari Pemeriksaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:02

Komisi X DPR Tekankan Kesejahteraan Guru dalam Revisi RUU Sisdiknas

Rabu, 08 April 2026 | 10:00

Iran Sebut Trump Setuju Penuhi 10 Syarat Gencatan Senjata

Rabu, 08 April 2026 | 09:56

IHSG Balik ke Level 7.000-an, Rupiah Menguat Usai Tersungkur ke Rekor Terendah

Rabu, 08 April 2026 | 09:54

Akselerasi Penyehatan, Adhi Karya Lakukan "Bersih-Bersih" Neraca

Rabu, 08 April 2026 | 09:40

Manuver JK Tak Perlu Dikhawatirkan

Rabu, 08 April 2026 | 09:33

Imparsial: Sudah Mendesak Dilakukan Revisi UU Peradilan Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:32

Berkas Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Dilimpahkan ke Oditurat Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:21

KPK Soroti Dugaan Aliran Fasilitas ke Faisal Assegaf

Rabu, 08 April 2026 | 09:04

Selengkapnya