Berita

Ilustrasi/Net

Bisnis

BI: Meski Stabil, Kurs Rupiah Melemah 2 Persen Dibanding Desember 2023

KAMIS, 21 MARET 2024 | 14:42 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Nilai tukar (kurs) mata uang rupiah pada awal tahun ini melemah 2,02 persen dibandingkan level akhir Desember 2023.

Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, dalam konferensi pers mengatakan bahwa nilai tukar pada Maret 2024 relatif stabil, meski nilainya melemah dibanding akhir tahun lalu.

Ia pun optimis rupiah nantinya akan semakin menguat di tengah ketidakpastian dari pasar keuangan global.


"Ke depan, nilai tukar rupiah diperkirakan stabil dengan kecenderungan menguat, didorong oleh kembali masuknya aliran modal asing sejalan dengan tetap terjaganya persepsi positif terhadap prospek ekonomi Indonesia," kata Perry, pada Rabu (20/3).

Saat ini, ekonomi global, lanjut Perry masih terus dibayangi oleh harga komoditas yang tinggi, karena naiknya biaya angkut akibat ketegangan geopolitik di Timur Tengah, Ukraina-Rusia dan faktor cuaca.

Berbagai perkembangan tersebut, kata Perry mengakibatkan adanya laju penurunan inflasi global yang tertahan, dengan inflasi di negara maju masih di atas targetnya.

Adapun kurs rupiah pada 29 Desember 2023 lalu berada di posisi Rp15.440 per dolar AS. Namun, saat ini pada pembukaan perdagangan Kamis (21/3), rupiah dibuka di level Rp15.674 per dolar AS.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

UPDATE

Istana Minta Kritik terhadap BI Dijadikan Evaluasi Penguatan Komunikasi

Sabtu, 06 Juni 2026 | 14:23

Kursi Dua Wamen Kosong, Pemerintah Belum Siapkan Pengganti

Sabtu, 06 Juni 2026 | 14:10

Mensesneg soal Kabar Said Iqbal Masuk Kabinet: Masih Didiskusikan

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:59

Mubes V Kosgoro 1957 Digoyang Penolakan Daerah

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:52

AS Hantam Iran dengan Sanksi Baru, Jaringan Penyelundupan LPG Jadi Target

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:37

Istana Bantah Isu Menkeu dan Gubernur BI Bakal Dicopot

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:31

Prasetyo Hadi: Sinergi Pemerintah, DPR, dan BI Kunci Jaga Stabilitas Ekonomi

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:20

Bank Indonesia Sudah Intervensi, Mengapa Rupiah Tetap Melemah?

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:08

Menkeu Purbaya Bantah Omzet Warteg Turun Jadi Bukti Daya Beli Lesu

Sabtu, 06 Juni 2026 | 12:47

Daftar Komoditas Dirilis, Danantara SDI Siap Kendalikan Rezim Baru Ekspor RI

Sabtu, 06 Juni 2026 | 12:21

Selengkapnya