Berita

Ilustrasi/Net

Bisnis

Sentuh Angka Rp31.900 Per Kilo, Ini Penyebab Telur Mahal

SELASA, 19 MARET 2024 | 15:59 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Harga telur yang masih melonjak tinggi di dalam negeri disebabkan oleh adanya permasalahan stok dan bahan pakan ternak yang mahal.

Begitu yang disampaikan Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi saat membuka suara mengenai mahalnya harga telur.

"Ya kan masih stok yang lama, biasanya kan memang perlu proses ya (penurunan). Biasanya 3 minggu sampai 1 bulan," kata Arief pada Selasa (19/3).


Menurut penjelasannya, produk pertanian perlu waktu untuk turun. Meski saat ini harga jagung untuk pakan ternak terpantau telah mengalami tren penurunan.

"Nggak bisa instan hari ini turun (pakan), besok (harga telur) turun. Ada proses, karena perlu proses stok yang lama kan,"sambungnya.

Sementara itu, Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan sebelumnya sempat mengatakan bahwa harga telur dan daging ayam terpantau tinggi, karena peternak masih menggunakan pakan jagung yang mahal atau sekitar Rp 8.000 per kilogram.

"Ayam sama telur yang masih stabil tinggi. Karena ayam dan telur kemarin digemukinnya masih pakai jagung yang Rp8.000 per kg," jelasnya.

Namun kini ia juga menjamin harga telur dan daging ayam akan segera berangsur turun, karena bahan pakan ternak, yaitu jagung sudah masuk musim panen.

Berdasarkan Panel Harga Badan Pangan yang dilansir pada pukul 15.30 WIB, harga telur sendiri masih berada di level Rp31.910 per kilogram. Sementara pekan lalu (12/3) harga telur ayam ras masih di angka Rp13.720 per kg di tingkat eceran.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Prabowo Bidik Produksi Sedan Listrik Nasional Mulai 2028

Kamis, 09 April 2026 | 16:15

Program Magang Nasional Tidak Tersentuh Efisiensi

Kamis, 09 April 2026 | 15:56

BGN Siap-siap Dicecar DPR soal Pengadaan Motor Listrik MBG

Kamis, 09 April 2026 | 15:41

Gedung Kementerian PU Mendadak Digeledah Kejati DKI

Kamis, 09 April 2026 | 15:33

Gibran Dukung Hakim Ad Hoc di Persidangan Andrie Yunus

Kamis, 09 April 2026 | 15:21

Purbaya Sebut World Bank Salah Hitung soal Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Kamis, 09 April 2026 | 15:19

Prabowo Dorong VKTR Jadi National Champion Industri Otomotif RI

Kamis, 09 April 2026 | 15:08

Jalan Merangkak Demokrasi Indonesia

Kamis, 09 April 2026 | 15:01

Gibran Ajak Deddy Sitorus Sama-sama Berkantor di IKN

Kamis, 09 April 2026 | 14:37

Susun RUU Ketenagakerjaan, Kemnaker Serap Aspirasi 800 Serikat Buruh

Kamis, 09 April 2026 | 14:30

Selengkapnya