Berita

Ilustrasi/Net

Tekno

Mantan Menkeu AS Kumpulkan Investor untuk Beli TikTok dari China

JUMAT, 15 MARET 2024 | 14:49 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Sejumlah pihak di Amerika Serikat mulai secara terang-terangan menunjukkan ketertarikannya untuk membeli aplikasi berbagi video pendek TikTok.

Setelah mantan CEO Activision Blizzard Bobby Kotick, kini giliran mantan Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin yang dikabarkan sedang mengumpulkan investor untuk mencoba membeli aplikasi tersebut dari ByteDance China.

Berbicara dalam wawancara untuk acara “Squawk Box” di TV CNBC, Mnuchin, yang menjabat semasa pemerintahan Presiden Donald Trump, mengatakan bahwa ia telah berbicara kepada sekelompok orang tentang pembentukan grup investor mengenai rencana tersebut.


“Ini harus dimiliki oleh bisnis di AS,” kata Mnuchin, seperti dikutip dari Reuters, Jumat (15/3).

“Tidak mungkin China membiarkan perusahaan AS memiliki produk seperti itu di China," ujarnya.

Komentar Mnuchin muncul hanya sehari setelah Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) AS meloloskan RUU yang akan melarang TikTok di negara tersebut, jika pemiliknya yang berpusat di China tidak menjual sahamnya.

RUU yang disahkan dengan 352-65 suara tersebut kini diajukan ke Senat. Jika disetujui, Presiden Joe Biden akan menandatangani RUU tersebut untuk dijadikan undang-undang.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Bos Danantara Ungkap Proses Pangkas BUMN Tak Mudah

Rabu, 07 Oktober 2026 | 12:11

Hingga Siang Nusron Belum Hadir, KPK Masih Menunggu

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:53

PJBS Direvisi, Porsi Saham Bayan Resources yang Dibeli Haji Isam Bertambah Jadi 10,08 Miliar

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:44

Nasib Gibran Kini Tergantung Prabowo

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:37

Empat WNI Pulang ke Tanah Air usai Enam Bulan Disandera Bajak Laut Somalia

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:31

PDIP: Kebohongan Gibran Lulus SMA Sederajat Tercatat dalam Putusan Negara!

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:31

Putusan MK soal Gibran Buka Perdebatan Demokrasi

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:21

DPR Minta Pemerintah Percepat Huntara bagi Korban Gempa Flores

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:19

Rita Widyasari Kembali Diperiksa KPK

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:17

Badai Dekati Amerika, Harga Minyak Naik Lagi

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:01

Selengkapnya