Berita

Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Solidaritas Indonesia, Grace Natalie/Net

Politik

Usulkan Jokowi Ketua Koalisi, PSI Cari Aman dari Tudingan Penggelembungan Suara

SELASA, 12 MARET 2024 | 10:39 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Usulan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) agar Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjadi ketua koalisi di atas semua partai politik pengusung dan pendukung Prabowo-Gibran, merupakan upaya cari aman untuk lolos parlemen.

Partai yang diketuai putra bungsu Jokowi itu belakangan jadi sorotan, karena dugaan penggelembungan perolehan suara Pemilu 2024.

“PSI sedang cari suaka agar selamat dari tuduhan rekayasa suara di Pemilu 2024 yang sedang ramai,” kata Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO), Dedi Kurnia Syah, kepada Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (12/3).


Sebab, kata Dedi, usulan PSI itu sebetulnya tidak relevan alias sulit diterima, karena tidak ada sistem koalisi permanen di Indonesia. Berbeda dengan negara tetangga Malaysia.

“Andai ada koalisi yang dibentuk untuk mengawal pemenang Pemilu, jelas itu bukan Jokowi, tetapi Prabowo, karena dia yang memimpin partai pemenang sekaligus kandidat presiden, atau Airlangga Hartarto, karena pemilik suara terbesar di antara koalisi,” katanya.

Pengamat Politik jebolan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta itu juga menyebut usulan PSI tak lebih dari sekadar usulan politis, mencari perhatian Jokowi yang kebetulan sekarang masih berkuasa.

“Itu kan upaya meninggikan harga ketokohan Jokowi dan kekuasaannya, terlebih PSI dipimpin Kaesang, putra Jokowi sendiri,” pungkasnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Grace Natalie, menyatakan, Jokowi sudah semestinya menjadi sosok yang ada di atas semua partai politik.

Menurut Grace, ada usul dari Ketua Dewan Pembina PSI, Jeffrie Geovanie, agar Jokowi memimpin koalisi partai politik yang punya kesamaan visi menuju Indonesia emas.

"Saya pikir ide bagus juga, Pak Jokowi mungkin bisa jadi ketua dari koalisi partai-partai, semacam barisan nasional, partai-partai yang mau melanjutkan atau punya visi yang sama menuju Indonesia emas," katanya, Minggu (10/3).

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Masuk Tahap Pembuktian, Denny Indrayana Minta MK Panggil Gibran

Senin, 28 September 2026 | 18:16

Bukan Sekadar Parlemen, MPR Penjaga Konstitusi dan Kebangsaan

Senin, 28 September 2026 | 18:09

Dari 49 Tahun, Antrean Faktual Haji Kini Jadi 14 Tahun

Senin, 28 September 2026 | 17:44

Prabowo Perintahkan Audit Forensik Tata Kelola Keuangan Haji

Senin, 28 September 2026 | 17:38

Warga Ngadu ke DPR Gegara Kasus Dugaan Mafia Tanah Disetop

Senin, 28 September 2026 | 17:33

Mengenal Megathrust, 14 Segmen Sumber Gempa di Indonesia dan Potensi Magnitudonya

Senin, 28 September 2026 | 17:25

Dirjenpas Janji Bongkar 13 Bangunan Lapas Cibinong

Senin, 28 September 2026 | 17:16

Apa Itu Fenomena Blue Fire di Gunung Papandayan? Ini Penjelasan Ahli

Senin, 28 September 2026 | 17:08

Kesaktian Silfester Mulai Berkurang

Senin, 28 September 2026 | 17:05

Harga BBM Pertamina 28 September 2026, Pertalite hingga Pertamax Masih Segini

Senin, 28 September 2026 | 16:59

Selengkapnya