Berita

Goodyear Shah Alam, Malaysia/Net

Bisnis

Tutup Pabrik di Malaysia, Goodyear PHK Lebih dari 500 Karyawan

JUMAT, 08 MARET 2024 | 15:15 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Produsen ban ternama di dunia asal Amerika Serikat, Goodyear, akan menutup pabriknya di Shah Alam, Malaysia, pada 30 Juni mendatang.

Penutupan itu dikabarkan berimbas pada pemutusan hubungan kerja (PHK) pada 550 karyawannya di Malaysia.

Presiden Goodyear Asia Pasifik, Nathaniel Madarang, mengungkapkan bahwa keputusan tersebut merupakan bagian dari program transformasi perusahaan Goodyear Forward untuk mengurangi biaya agar bisa tetap bersaing di pasar global.


Program ini ditargetkan akan memangkas ongkos produksi sebesar 1 miliar dolar (Rp15 triliun) pada 2025 mendatang.

"Goodyear Forward adalah program transformasi yang dirancang untuk mengoptimalkan jejak dan portofolio kami, memberikan ekspansi margin yang signifikan, dan menciptakan nilai bagi para pemegang saham. Program ini mencakup langkah-langkah khusus untuk mencapai pengurangan biaya tahunan sebesar 1 miliar dolar pada tahun 2025, memastikan kami tetap bersaing dan ditempatkan sebagai pemimpin industri," kata Nathaniel dikutip Malaymail, Kamis (7/3).

Menurutnya, keputusan untuk menutup pabrik dan mem-PHK 550 karyawan terpaksa diambil untuk mempertahankan bisnis mereka.

Perusahaan ban itu berjanji akan membayar semua kewajiban kepada para pekerja yang diPHK secara transparan

"Sebagai bagian dari upaya ini, Goodyear telah membuat keputusan sulit namun diperlukan untuk menutup pabrik manufaktur kami di Shah Alam, Malaysia, efektif 30 Juni 2024, dengan penutupan diperkirakan akan selesai pada akhir tahun," pungkasnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Insentif SPPG Dipangkas, Wamenkeu Senang MBG Terus Lakukan Reformasi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:15

Putra Pandeglang jadi Kapolri, Sejarah Baru bagi Banten!

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:43

Dana Kopdes Rp37 Triliun Sudah di Himbara, Tapi Masih Dikunci Kemenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:20

Bupati Gowa Tidak Ditahan Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Ini Sebabnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:18

Muhadjir Effendy Menyesal Tak Bisa Maksimal Dongkrak Kesejahteraan Guru

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:33

Kasus Alpriado Osmond Diputus PN Tangerang, Hak Asuh Anak Dimenangkan Ibu

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:06

Saatnya Mahasiswa Kritisi Sistem Dominasi "Fraksi" di Parlemen

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:42

Pertamina Patra Niaga Salurkan LPG 3 Kg ke 958 Kopdes Merah Putih

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:31

Asesmen jadi Fondasi Pembinaan Warga Binaan Lapas Cianjur

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:03

Selengkapnya