Berita

Sepeda motor hasil curian di Polsek Tawang/RMOLJabar

Presisi

Empat Siswa SMP di Tasikmalaya Gasak Sepeda Motor dan Kotak Amal

SELASA, 05 MARET 2024 | 05:16 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Kasus pencurian sepeda motor (curanmor) di Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya, cukup memprihatinkan. Pasalnya, empat pelakunya masih duduk dibangku Sekolah Menengah Pertama (SMP). Tidak hanya sepeda motor, mereka juga mencuri kotak amal di sebuah masjid.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, keempat siswa yang diduga pelaku curanmor tersebut masing-masing inisial AG (16) warga Cibeureum yang putus sekolah, AN (16) warga Jalan Peta pelajar SMP, IH (16) warga Cilolohan pelajar SMP dan RE (15) warga Cikurubuk pelajar SMP.

Keempat Anak Baru Gede (ABG) itu, nekat melakukan pencurian dengan cara membongkar motor curian itu setelah sebelumnya mencopot cover body. Lalu menyambungkan kabel stop kontak.


Para pelaku itu merupakan teman sepermainan dan mereka sering kumpul di rumah salah seorang remaja berinisial IH yang dijadikan lokasi markas dan dijadikan sebagai tempat penyimpanan motor curian tersebut.

Kapolsek Tawang, Iptu Deni Susanto mengatakan, kasus pencurian sepeda motor itu terungkap pada saat korban pencurian motor, Andri Rahayu (29), melaporkan kehilangan motornya ke Unit Reskrim Polsek Tawang Polres Tasikmalaya Kota.

Andri yang sehari-hari tukang galon air mineral itu melaporkan kehilangan motor jenis Honda Beat miliknya di Jalan Nyantong, Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya pada Senin lalu (26/2).

"Lalu korban menginformasikan hal itu ke kami," kata Deni, Senin (4/3).

Deni menambahkan, pada saat korban mengirim galon ke pelanggannya di daerah Cilolohan pada Sabtu (2/3), kemudian korban melihat sepeda motor Honda Beat miliknya terpakir di pekarangan rumah.

"Korban mengetahui bahwa itu adalah motornya karena ada ciri khasnya. Yaitu jok berlogo Juventus," terang Deni.

Atas informasi korban itu, kemudian pihak kepolisian langsung melakukan penelusuran dan mendatangi rumah tersebut. Di rumah tersebut, ternyata ada beberapa motor, yatu Satria Fu dan Yamaha Mio.

"Tiba di lokasi ada ABG inisial IH. Diketahui rumah itu adalah rumah IH. Setelah menjalani pemeriksaan akhirnya diketahui komplotannya yaitu AG, AN dan RE," paparnya.

Kemudian mereka dibawa ke Mapolsek Tawang Polres Tasikmalaya Kota untuk menjalani penerikasan. Setelah dilakukan pemerikasan, keempat anak di bawah umur ini mengakui perbuatannya.

"Ya mereka mengakui bahawa Motor Satria Fu dicuri dari sebuah gang yang berada di Jalan Peta pada Sabtu 24 Februari 2024, sementara Yamaha Mio dicuri dari sebuah gang Jalan Gunung Roay, Selasa 27 Februari 2024," tuturnya.

Selain melakukan pencurian sepeda motor, kompoltan ABG itu juga pernah melakukan pencurian kotak amal di sebuah masjid yang berada di Daerah Unsil dan Jalan Gunung Roay, Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya.

Dalam menjalankan aksinya mereka berkasi saat malam hari saat kondisi rumah dalam keadan sepi.

Mereka nekat melakukan aksi pencurian itu karena ingin memiliki motor setelah permintaannya tak digubris orang tuanya masing- masing.

"Motor yang telah mereka curi itu, dipatahkan leher stangnya. Lalu dibawa ke daerah yang sepi kemudian dibongkar kunci kontaknya," terangnya.

Untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, mereka ditahan di rutan khusus anak Mapolsek Tawang, Polres Tasikmalaya Kota dan nantinya akan diserahkan ke Bapas.

"Selain curi motor mereka juga pernah mencuri uang Rp800 ribu dari sebuah warung di Jalan Nyantong, dan mencuri beberapa kotak amal di sebuah masjid di daerah Unsil serta Gunung Roay," tutup Deni dikutip dari Kantor Berita RMOLJabar.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

RUU Perampasan Aset Diusulkan Ganti Nama, Berikut Nomenklaturnya

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:07

Purbaya Sudah Cairkan Rp20,5 Triliun ke 490 Pemda buat Gaji PPPK

Selasa, 11 Agustus 2026 | 19:52

Koperasi Jadi Kunci Hilirisasi Sawit dan Penguatan Daya Tawar Petani

Selasa, 11 Agustus 2026 | 19:50

Songs for Sumatera-Human Initiative Pulihkan Fasilitas MIN 4 Aceh Tamiang

Selasa, 11 Agustus 2026 | 19:38

Subsidi Pertalite Bocor, Kelompok Kaya Masih Nikmati Kucuran Negara

Selasa, 11 Agustus 2026 | 19:32

Pengacara Gus Yaqut Bongkar Duduk Persoalan Pembagian Kuota Haji Tambahan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 19:16

Usai Bertemu Purbaya, Bahlil Bakal Perketat Orang Kaya yang Pakai Pertalite

Selasa, 11 Agustus 2026 | 18:58

12 Saksi Diperiksa, Sekretaris Kepala BGN Ikut Terseret Kasus MBG

Selasa, 11 Agustus 2026 | 18:46

Rudy Tanoe Irit Bicara soal Korupsi Penyaluran Bansos Usai Diperiksa KPK 4,5 Jam

Selasa, 11 Agustus 2026 | 18:42

Selengkapnya