Berita

Partai Solidaritas Indonesia/Net

Publika

Dugaan Cawe-cawe Meloloskan PSI ke Senayan

OLEH: ANDRE VINCENT WENAS
SENIN, 04 MARET 2024 | 01:48 WIB

KATA beberapa pihak ada invisible hand yang begitu powerful yang membuat PSI bisa mencapai parliamentary threshold 4 persen. Statement atau tuduhan semacam ini muncul akhir-akhir ini gara-gara perolehan suara PSI berdasarkan perhitungan Sirekap KPU sudah mencapai 3,13% pada 2 Maret 2024.

Herannya, kalau memang betul ada kekuatan maha besar itu, mengapa tidak dari awal saja jorjoran mengampanyekan PSI sampai optimal di masa kampanye. Lalu kekuatan besar itu kan bisa “mengatur” sedemikian rupa juga saat hari pencoblosan. Entah bagaimana caranya.

Seperti misalnya kejadian di Sulawesi Utara, di mana kotak suara yang dibawa ke kediaman Gubernur dulu, untuk kemudian lanjut ke tujuan semestinya. Ini sempat heboh, silahkan cari sendiri beritanya. Ini fakta.


Lalu, kenapa pula invisible hand itu tidak “mengatur” sedemikian rupa juga supaya pencapaiannya lebih dari 4 persen? Kok irit banget cuma 4 persen? Sekalian bikin dobel digit, di angka 10 persen atau 11 persen kek. Kalau memang powerful ya jangan tanggung-tanggung dong. Bikin malu aja si invisible-hand aja.

Lagi pula, perjalanannya seret banget, dari 2,7 persen sampai sekarang 3,13 persen kok merembet, geremet-geremet, bukannya plong langsung di jalan bebas hambatan.

Kok sempat terdengar isu penggembosan suara PSI agar tidak masuk Senayan lantaran PSI-lah satu-satunya parpol yang bertekad meloloskan RUU Perampasan Aset Tindak Pidana Korupsi dan RUU Pembatasan Transaksi Uang Kartal yang nota bene didiamkan oleh parpol lain di parlemen selama ini.

Ulah PSI selama ini telah membuat banyak parpol dan beberapa pihak lain gusar dan gerah. Lantaran ini mereka ingin membungkam mulut PSI dengan menggagalkannya ke Senayan,

Katanya mereka belajar dari apa-apa yang telah dibuktikan oleh PSI di parlemen Jakarta dan beberapa daerah lain. Tukang gelembung anggaran mesti ambil cuti dulu. Skema uang pokir lah, uang perjalanan dinas lah, dan berbagai bentuk gratifikasi adalah bentuk-bentuk dari beberapa varian korupsi yang dilegalkan.

Kalau sampai PSI lolos ke Senayan, bisa-bisa kenyamanan yang mereka nikmati selama ini bubar jalan. Korupsi berjamaah seperti di kasus BTS kemarin itu bisa terbongkar, bukan cuma Nasdem ternyata.

Ini pemilu kedua yag diikuti PSI. Pada pemilu perdana pada 2019 PSI dipercayakan 1,89 persen. Ini prestasi luar biasa, mengingat partai muda dengan jumlah caleg yang sangat terbatas pada saat itu. Tapi toh PSI mampu meloloskan sekitar 70-an calegnya menjadi aleg di DPRD.

Sementara ini dilaporkan jumlah caleg DPRD sudah diprediksi meningkat ratusan persen. Di Pemilu 2024 kepercayaan publik makin besar buat PSI. Suatu kepercayaan yang mesti dipertangungjawabkan dengan kerja politik yang konsisten dalam: Anti Korupsi dan Anti Intoleransi, sesuai kode genetik PSI itu sendiri. Transparansi dalam pengelolaan anggaran dan merawat pluralisme.

Sementara itu dalam keterangan persnya, Grace Natalie yang Wakil Ketua Dewan Pembina PSI heran mengapa hanya PSI yang disorot. Lantaran anomali dari quick count ini juga terjadi pada parpol lain dalam Pemilu 2024 ini.

Contohnya quick count lembaga survei Indikator Indonesia atas PKB yang hasilnya 10,65 persen tapi di rekapitulasi KPU mencapai 11,56 persen. Artinya ada penambahan 0,91 persen. Lalu Partai Gelora yang berdasarkan quick count 0,88 persen, ternyata di rekapitulasi KPU 1,44 persen. Artinya ada selisih 0,55 persen.

Sedangkan hasil hitung cepat Indikator untuk PSI ada di angka 2,66 persen, dan direkapitulasi KPU ternyata ada di kisaran 3,13 persen. Ada selisih 0,47 persen. Sebetulnya selisih PSI ini lebih kecil dibanding PKB dan Gelora.

Maka Grace pun bertanya, "Kenapa yang disorot hanya PSI? Bukankah kenaikan dan juga penurunan terjadi di partai-partai lain? Dan itu wajar karena penghitungan suara masih berlangsung." Ia meminta semua pihak bersikap adil dan proporsional. "Kita tunggu saja hasil perhitungan akhir KPU. Jangan menggiring opini yang menyesatkan publik."

Saat ini masih lebih dari 70 juta suara belum dihitung dan sebagian besar berada di basis-basis pendukung Jokowi. Di mana PSI mempunyai potensi dukungan yang kuat. Seperti kampanyenya “PSI Partai Jokowi”.

Kita doakan saja agar PSI bisa lolos ke Senayan, supaya bisa merealisasikan programnya: Bersih-bersih DPR!

Penulis adalah Direktur Eksekutif, Lembaga Kajian Strategis Perspektif (LKSP) Jakarta

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

UPDATE

Kampus Demokrasi Obama

Selasa, 23 Juni 2026 | 05:54

Presiden Prabowo Kemudikan Kapal Indonesia Menuju Ekonomi Pancasila

Selasa, 23 Juni 2026 | 05:36

Merekonstruksi Ulang Konsolidasi Kebangsaan

Selasa, 23 Juni 2026 | 05:18

Keberadaan DSI Perlu Dievaluasi Ulang dalam Tata Niaga Sawit

Selasa, 23 Juni 2026 | 04:59

Usaha Jufriyah Terus Keruk Cuan Bersama BRI

Selasa, 23 Juni 2026 | 04:34

Perdamaian AS-Iran Tanpa Israel

Selasa, 23 Juni 2026 | 04:16

Turnamen Tenis Meja Masduki Cup 2026 Mengukir Asa Menuju Pentas Dunia

Selasa, 23 Juni 2026 | 03:55

BRI Consumer Expo 2026 Makassar Hadirkan Berbagai Solusi Finansial

Selasa, 23 Juni 2026 | 03:35

Koperasi Menjaga Keseimbangan

Selasa, 23 Juni 2026 | 03:15

Gaya Hidup Sehat dan Kebersamaan Harus jadi Kebutuhan

Selasa, 23 Juni 2026 | 02:55

Selengkapnya