Berita

Ilustrasi Foto: Kader PSI/RMOL

Politik

Suara PSI Naik, Adi Prayitno: Sangat Anomali Dibandingkan Partai Lain

MINGGU, 03 MARET 2024 | 14:02 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Suara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mengalami kenaikan yang cukup signifikan dibandingkan dengan partai politik lainnya.

Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno menuturkan kecurigaan publik terhadap suara PSI dinilai wajar dan perlu diinvestigasi.

"PSI naik versi Sirekap tentu menjadi tanda tanya publik. Bahkan publik melihat dengan penuh curiga. Sangat anomali dibandingkan dengan partai yang lainnya. Ini yang perlu diinvestigasi untuk mengetahui datanya secara akurat agar semua transparan," kata Adi Prayitno kepada Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (3/3).


Pandangannya, suara PSI naik karena berasal dari basis suara PSI terutama di wilayah Provinsi Jawa.

"Tapi mungkin juga data PSI naik signifikan itu karena suara yang diinput di Sirekap berasal dari basis-basis PSI misalnya Jakarta, sebagian di Jatim, dan Jateng," bebernya.

Di sisi lain, lanjut Adi, suara PSI di luar wilayah Jawa cukup lemah cenderung menurun.

"Tapi di luar itu basis PSI lemah dan di Sirekap potensial stagnan atau menurun persentasenya. Karenanya jangan juga buru-buru menghakimi," ujarnya.

Oleh karena itu, pihaknya meminta agar publik menanti hasil resmi dari lapangan atau perhitungan manual dan tidak merujuk pada perhitungan suara di Sirekap.

"Dan yang paling penting real count KPU berisi Sirekap itu bukan hasil resmi perolehan suara. Yang resmi tetaplah hitung manual yang saat ini penghitungannya masih berjenjang dari tps, kecamatan, dan seterusnya. Karenanya publik harus mengawal hasil manual ini," tutupnya.

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

BPOM Terbitkan Aturan Baru untuk Penjualan Obat di Minimarket

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:01

Jaksa KPK Endus Ada Makelar Kasus dalam Kasus Bea Cukai

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:59

Kapolri Dianugerahi Tanda Kehormatan Adhi Bhakti Senapati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:50

Komisi XIII DPR Desak LPSK Lindungi Korban Kasus Ponpes Pati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:39

Pengembangan Koperasi di Luar Kopdes Tetap jadi Prioritas

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:20

AS Galang Dukungan PBB untuk Tekan Iran di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:19

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Komdigi Lakukan Blunder Kuadrat soal Video Amien Rais

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:06

Menteri PU: Pejabat Eselon I Diisi Putra dan Putri Terbaik

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:58

RI Jangan Lengah Meski Konflik Timur Tengah Mereda

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:45

Selengkapnya