Berita

Menteri Pertahanan Yoav Gallant/Net

Dunia

Israel akan Tetap Serang Lebanon, Meski Gencatan Senjata Gaza Tercapai

SENIN, 26 FEBRUARI 2024 | 12:28 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Operasi militer Israel terhadap gerakan Hizbullah di Lebanon tidak akan berakhir, meski gencatan senjata di Jalur Gaza berhasil disepakati.

Hal itu disampaikan oleh Menteri Pertahanan Israel, Yoav Gallant dalam sebuah pernyataan seperti dikutip dari AFP pada Senin (26/3).

Saat ini, negosiasi tengah dilakukan antara Israel dengan Hamas, tentang kesepakatan gencatan senjata dan pembebasan sandera.


Namun, kata Gallant, hampir setiap hari baku tembak terus terjadi antara Israel dan Hizbullah di perbatasan Lebanon yang memicu kekhawatiran akan eskalasi regional.

Menurutnya, perkembangan yang terjadi di Jalur Gaza tidak membuat intensi konflik Israel-Hizbullah menurun.

"Jika anda berfikir bahwa gencatan senjata akan menghentikan aksi saling serang di perbatasan, atau menurunkan tensi konflik, nyatanya itu salah," jelasnya.

Menurut Gallant, tujuan awal Israel adalah mengamankan perbatasannya dari ancaman militan Hizbullah. Sehingga berbagai cara akan ditempuh termasuk jalur kekerasan.

"Jika solusi diplomatis terhadap situasi ini tidak memungkinkan, kami akan melakukannya dengan kekerasan," tegasnya.

Aksi saling serang antara Hizbullah dan Israel berkaitan dengan konflik militer yang terjadi di Jalur Gaza sejak 7 Oktober lalu.

Sepuluh tentara Israel dan enam warga sipil telah tewas dalam permusuhan di perbatasan Lebanon.

Sementara itu, 276 orang lebanon tewas akibat bom Israel, sebagian besar dari mereka adalah pejuang Hizbullah.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

Pergantian Panglima TNI, Kapolri, dan Jaksa Agung Jadi Ujian Kekuatan Prabowo

Senin, 03 Agustus 2026 | 18:10

UPDATE

Usulan PPPK Jadi ASN Pusat Sejalan dengan Komitmen Prabowo

Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:24

Emas Antam Terbang Rp20.000, Tembus Rp2,71 Juta per Gram Pagi Ini

Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:23

Komisi III DPR Minta Penyebar Hoaks Kerusuhan Berbayar Diberantas

Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:13

Bukan Cuma Hapus Konten, Penyebar Hoax Harus Diproses Hukum

Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:07

Produk Newport Panen Kecaman, Promosi Tukar Hafal Ayat Suci dengan Miras

Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:06

Puluhan Ribu Warga Padati Tunas Bumi Fest 2026 di Wonosobo

Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:05

Disambut Sholawat, Gus Yaqut Siap Hadapi Sidang Dakwaan Korupsi Kuota Haji

Selasa, 11 Agustus 2026 | 09:56

Pemulihan Ekosistem Harus Dilakukan Secara Serentak

Selasa, 11 Agustus 2026 | 09:54

Trump Media Tekor 238 Juta Dolar AS, Saham Ambruk 8 Persen

Selasa, 11 Agustus 2026 | 09:53

Ruang Amal Indonesia Siapkan 50 Warga Kurang Mampu Tembus Industri Tekstil

Selasa, 11 Agustus 2026 | 09:49

Selengkapnya