Berita

Prajurit KRI SIM-367 menampilkan kebudayaan nasional berupa tari Saman dan Jaranan pada Milan Opening Ceremony di Gedung Samudrika, Eastern Naval Command, Visakhapatnam, India, Rabu (21/02) kemarin/Ist

Pertahanan

Awak KRI SIM-367 Kenalkan Budaya Indonesia di Milan Opening Ceremony

JUMAT, 23 FEBRUARI 2024 | 00:17 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

KRI Sultan Iskandar Muda-367 (KRI SIM-367) yang tergabung dalam Satgas Latma Milan 2024 TNI Angkatan Laut (AL) berhasil membuat pengunjung takjub dalam acara Milan Opening Ceremony atau Upacara Pembukaan Latma Multilateral Naval Exercise (MNE) Milan 2024.

Acara itu resmi dibuka oleh Defence Minister of India Shri Rajnath Singh, di Gedung Samudrika, Eastern Naval Command, Visakhapatnam, India, Rabu (21/02) kemarin.

Danguspurla Koarmada II Laksamana Pertama TNI Amrin Rosihan Hendrotomo yang ditunjuk sebagai Head of Delegation dari Indonesia, menghadiri acara tersebut dengan didampingi oleh Asops Danguspurla Koarmada II, Kolonel Laut (P) Dedi Wardana dan Komandan KRI SIM-367, Letkol Laut (P) Mochamad Fuad Hasan.


Rangkaian acara pembukaan Latma Milan 2024 meliputi Milan Opening Ceremony, Milan Banquet, Milan Village Inauguration dan Milan Technology Exhibition 2024 (MTEX-24) Inauguration.
 
Pada kesempatan tersebut, prajurit KRI SIM-367 membuat pengunjung terpukau dengan penampilan kebudayaan nasional berupa tari Saman dan Jaranan.

Kekompakan gerakan tarian dan kostum yang unik menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung untuk melaksanakan foto bersama dan berinteraksi dengan delegasi Indonesia.

Selain itu, juga terdapat booth/stand Indonesia di Milan Village yang juga menampilkan pakaian adat Papua dan kostum Rama-Shinta, serta berbagai souvenir dan cinderamata Indonesia menjadikan booth/stand Indonesia menjadi salah satu booth yang paling ramai dikunjungi oleh pengunjung yang hadir.
 
Penampilan tarian tradisional di hadapan para pengunjung menjadi kebanggaan dan kehormatan bagi delegasi Indonesia.

Pasalnya, hal itu dapat membawa dan mengenalkan keanekaragaman budaya Indonesia pada ajang internasional. Sekaligus menegaskan bahwa Satgas Latma Milan 2024 bukan hanya bertujuan untuk melaksanakan latihan, namun juga berperan sebagai duta bangsa Indonesia di kancah dunia.

Hal ini selaras dengan kebijakan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali, bahwa selain peningkatan kemampuan dan profesionalisme prajurit matra laut, peran diplomasi menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari TNI AL dalam menjaga stabilitas keamanan laut dunia.

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

Rektor UGM Bikin Bingung, Jokowi Lulus Dua Kali?

Rabu, 28 Januari 2026 | 22:51

UPDATE

PKB Merawat NU Tanpa Campuri Urusan Internal

Kamis, 05 Februari 2026 | 18:01

Polisi: 21 Karung Cacahan Uang di TPS Liar Terbitan BI

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:56

Seskab: RI Belum Bayar Iuran Board of Peace, Sifatnya Tidak Wajib

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:51

Ekonomi Jakarta Tumbuh Positif Sejalan Capaian Nasional

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:46

Amdatara Gelar Rakernas Perkuat Industri Air Minum Berkelanjutan

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:30

Mahfud Sebut Sejarah Polri Dipisah dari Kementerian Hankam karena Dikooptasi

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:14

AHY Optimistis Ekonomi Indonesia Naik Kelas

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:13

Gaya Komunikasi Yons Ebit Bisa Rusak Reputasi DPN Tani Merdeka

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:08

Juda Agung Ngaku Mundur dari BI karena Ditunjuk Prabowo Jadi Wamenkeu

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:05

Tragedi Anak di Ngada Bukti Kesenjangan Sosial Masih Lebar

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:04

Selengkapnya