Ilustrasi/Net
Ilustrasi/Net
Menurut artikel yang diterbitkan di jurnal Nature Aging pada Rabu (21/2), prediksi dilakukan dengan menganalisis catatan pasien menggunakan mesin berteknologi kecerdasan buatan atau AI.
“Ini adalah langkah pertama menuju penggunaan AI pada data klinis rutin, tidak hanya untuk mengidentifikasi risiko sedini mungkin, tetapi juga untuk memahami biologi di baliknya,” kata penulis utama studi Alice Tang, seorang mahasiswa PhD di Sirota Laboratory of the pusat universitas, seperti dikutip dari Prensa Latina, Kamis (22/2).
Populer
Jumat, 04 September 2026 | 20:28
Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24
Kamis, 03 September 2026 | 14:46
Selasa, 01 September 2026 | 15:17
Selasa, 01 September 2026 | 01:59
Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31
Selasa, 01 September 2026 | 11:03
UPDATE
Minggu, 06 September 2026 | 16:27
Minggu, 06 September 2026 | 16:06
Minggu, 06 September 2026 | 15:51
Minggu, 06 September 2026 | 15:36
Minggu, 06 September 2026 | 15:25
Minggu, 06 September 2026 | 14:49
Minggu, 06 September 2026 | 14:18
Minggu, 06 September 2026 | 14:12
Minggu, 06 September 2026 | 14:06
Minggu, 06 September 2026 | 14:01