Berita

PKS dan PDIP diminta untuk perkuat oposisi bukan gabung ke koalisi pemerintah/Net

Politik

PDIP dan PKS Sebaiknya Tak Gabung Koalisi Pemenang

KAMIS, 22 FEBRUARI 2024 | 12:40 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) diharapkan tidak bergabung ke koalisi pemenang Pilpres 2024.

Menurut analis politik dari Universitas Esa Unggul, Jamiluddin Ritonga, jika PDIP dan PKS bergabung ke koalisi pemenang, demokrasi di Indonesia akan lemah.

"Harapannya memang dua partai itu tidak gabung ke koalisi Prabowo. Sebab hal itu dapat memperlemah demokrasi di tanah air," ucap Jamiluddin kepada Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (22/2).


Jamiluddin menuturkan. jika oposisi dilemahkan dan semua masuk ke dalam kantong koalisi pemerintah, maka akan mencederai semangat reformasi.

"Kalau demokrasi lemah, maka kita sudah mengkhianati semangat reformasi. Hal ini tentu tidak dikehendaki anak bangsa yang cinta demokrasi," tutupnya.

Populer

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Cek Siaran Langsung Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Selasa, 22 September 2026 | 02:21

DPRD DKI Apresiasi Kebijakan Penutupan TPS Ilegal

Selasa, 22 September 2026 | 02:01

Indonesia Rebut 7 Medali di Aichi-Nagoya

Selasa, 22 September 2026 | 01:42

Ditjen AHU Perkuat Pengawasan Korporasi

Selasa, 22 September 2026 | 01:23

Wamendagri Ribka Haluk Berduka Tiga ASN Jadi Korban KKB

Selasa, 22 September 2026 | 01:01

Hasil Audit BPK Ditunggu dalam Kasus Toba Pulp Lestari

Selasa, 22 September 2026 | 00:37

Tiga Bulan Nganggur, Karyawan De Club Arjuna Geruduk Balai Kota

Selasa, 22 September 2026 | 00:26

Kejagung Periksa Dirut PT Migas Kota Bekasi terkait Dugaan Korupsi KSO

Selasa, 22 September 2026 | 00:01

80 Negara Siap Hadapi Wajib Sertifikasi Halal

Senin, 21 September 2026 | 23:47

KPK Harus Periksa Nusron Wahid demi Kepastian Hukum

Senin, 21 September 2026 | 23:31

Selengkapnya