Berita

Gibran Rakabuming Raka/Ist

Publika

Gibran "Samsul" Game Changer Pilpres

KAMIS, 22 FEBRUARI 2024 | 12:04 WIB | OLEH: DENNY JA

JIKA Pilpres 2024 ini diibaratkan film layar lebar, ada satu adegan di sana yang paling seksi. Itu adegan masuknya Gibran Rakabuming Raka ke dalam pertunjukan.

Gibran yang sebelumnya dilihat sebelah mata, si Samsul (panggilan yang mengecilkannya), ternyata ujungnya ia menjadi the game changer  Pilpres 2024.

Gibran ternyata ikut mengubah peta politik pilpres dan juga menentukan kemenangan. Apa yang terjadi?


Ini bisa dilihat di Google. Di bulan Agustus 2023, LSI Denny JA sudah mempublikasi hasil survei. Prabowo dan Gibran, jika dipasangkan, mereka bisa memenangkan pemilu presiden. Publikasi ini sudah dilakukan jauh hari sebelum ribut-ribut di Mahkamah Konstitusi (MK) di bulan Oktober 2023.

Kenapa Gibran jika dipasangkan kepada Prabowo potensial memenangkan pertarungan. Data menunjukkan Gibran potensial membawa tiga kantong besar suara.

Yaitu, pemilih yang puas kepada Presiden Joko Widodo alias Jokowi. Itu volumenya 80 persen dari populasi pemilih. Juga, Gibran potensial membawa kalangan muda milenial. Besarnya segmen ini 50 persen dari total populasi.

Dan Gibran pun juga  potensial membelah suara di Jawa Tengah.  Populasi di Jawa Tengah memang hanya 14 persen. Tapi wilayah ini harta karun Ganjar Pranowo, yang waktu itu pesaing paling keras Prabowo.

Dengan data ini, selaku konsultan politik, saya meyakini proposal Prabowo-Gibran untuk menang Pilpres 2024. Saya bawa data ini kepada Prabowo, kepada Jokowi, untuk meyakinkan mereka bahwa Gibran ini potensial untuk dicalonkan sebagai cawapres.

Sebelumnya memang nama Gibran sudah ada di kepala Prabowo. Sudah Prabowo katakan berkali-kali, ia berniat meminang Gibran.

Tapi memang LSI Denny JA yang pertama datang dengan data yang lengkap, hasil survei nasional. Pun surveinya juga dipublikasi ke publik bulan Agustus 2023, untuk testing the water.

Masalahnya, undang-undang melarangnya. Yang bisa menjadi calon presiden atau wakil presiden adalah hanya mereka yang usianya sudah di atas 40 tahun.

Usia Gibran belum 40 tahun. Selaku profesional, LSI Denny JA memiliki dua batas. Pertama, pastilah kita tunduk para hukum nasional. Apapun yang dilarang oleh hukum nasional tak bisa dikerjakan. Sebaliknya,  apapun yang diboleh oleh hukum nasional itu wilayah yang bisa kita eksplorasi.

Batas  kedua adalah langit yang biru. Kreativitas kita ini setinggi langit biru, yang tak berbatas. Apa pun bisa kita bayangkan, bisa kita imajinasikan sejauh hal ini membawa kemenangan. Tapi tetap batasnya adalah hanya yang dibolehkan oleh undang-undang.

Terjadilah itu peristiwa itu yang heboh. Mahkamah Konstitusi akhirnya membuat satu putusan baru. Melalui putusan itu, Gibran  memenuhi syarat untuk menjadi calon wakil presiden.

Apa yang jadi kemudian terjadi, luar biasa sekali heboh. Keras sekali hantaman kepada Gibran, serangan kepada Jokowi, dan pukulan kepada Prabowo. Muncul aneka istilah yang seksi: politik dinasti, anak haram konstitusi, pengkhianat reformasi, dan sebagainya.

Muncul gerakan prodemokrasi, anti demokrasi mendung,  dan lain sejenisnya. Sebagian dari gerakan demokrasi ini  merapat pada kubu Ganjar.

Kubu Ganjar pun luar biasa kerasnya. Mereka menghantam Jokowi. Bahkan Megawati sendiri mengatakan, "Orde Baru Lahir Kembali.”

Saat itu banyak kalangan terpelajar menduga. Betapa nanti elektabilitas Prabowo dan Gibran akan turun drastis sekali. Dan lihatlah nanti dukungan kepada Ganjar akan naik tinggi sekali. Itulah common sense saat itu dari kalangan terpelajar dan aktivis.

Tapi kemudian, berapa minggu setelah itu, yang terjadi justru sebaliknya. Dukungan kepada Prabowo- Gibran naik tinggi sekali.  Sebaliknya elektabilitas Ganjar dan Mahfud melorot. Turunnya rendah sekali.

Sebelum Gibran masuk pertarungan, elektabilitas antara Prabowo dan Ganjar itu selalu saling mengalahkan di angka 35 persen verus 33 persen.

Setelah datang Gibran, Prabowo naik melejit sekali melampaui 40%. Sementara Ganjar turun melorot di bawah 27 persen. Inilah data yang ada waktu LSI Denny JA mempublikasikannya di bulan November-Desember 2023.

Banyak sekali kalangan terpelajar yang tak percaya. Pastilah  ini manipulasi. Tentu itu hasil abakadabra dari lembaga survei. Mustahil bisa berbuah seperti ini.

Kagetnya sebagian aktivis dan  kalangan terpelajar  masuk akal. Itu karena mereka tak mendalami politik elektoral. Itu karena mereka berargumen tanpa data hasil riset.

Tapi saya selaku konsultan politik memang sudah memprediksi. Setiap dua minggu, LSI Denny JA melakukan survei dan bisa membaca pergerakan suara.

Mengapa Gibran menjadi the game changer? Itu karena ia membuat asosiasi Prabowo dengan Jokowi semakin keras, jelas dan terbuka.

Akibatnya berlangsung “eksodus”  yang besar sekali. Mereka pemilih yang puas dengan kinerja Jokowi, pergi dari Ganjar ke Prabowo. Sebagian kecil juga pergi ke Anies.

Sekali  lagi, dinamika detail itu hanya bisa dibaca oleh mereka yang memiliki data survei nasional.

Gibran yang sebelumnya dipersepsikan tak tahu apa-apa, si Samsul (asam sulfat), ternyata justru the real game changer. Saya beberapa kali tatap muka, berdiskusi berdua dengan Gibran, juga intens komunikasi melalui WA dengannya, memiliki pandangan yang berbeda soal Gibran.

Kepada Jokowi juga saya katakan ketika kami jumpa empat mata. Gibran mewarisi bakat politik Jokowi, punya kecenderungan dekat dan peduli pada rakyat. Dan ia satu satunya wakil dari generasi milineal dalam pentas Pilpres 2024.

Prabowo sejak awal memang potensial menang pilpres 2024. Tapi kehadiran Gibran membuat pasangan ini mampu bahkan untuk menang satu putaran saja.




Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

UPDATE

Pramono Klaim 96 Persen Warga Ingin CFD Rasuna Said Berlanjut

Minggu, 07 Juni 2026 | 10:20

Garuda Institute Minta BGN Utamakan Kualitas daripada Kuantitas

Minggu, 07 Juni 2026 | 10:12

Balas Serangan AS, Iran Gempur Pangkalan Bahrain dan Kuwait

Minggu, 07 Juni 2026 | 09:58

Ditjenpas Benahi Overkapasitas dan Tingkatkan Keamanan Lapas

Minggu, 07 Juni 2026 | 09:54

Paus Leo XIV Sebut Perang AS-Iran Tidak Adil

Minggu, 07 Juni 2026 | 09:11

Bukan Sekadar Ganti Pejabat, Reshuffle Kabinet Harus Pulihkan Ekonomi

Minggu, 07 Juni 2026 | 09:00

Bupati Pati Sudewo Ditahan di Rutan Semarang Jelang Sidang Dua Perkara

Minggu, 07 Juni 2026 | 08:56

Suhud Alynudin Akan Dilantik Jadi Ketua DPRD DKI Senin Besok

Minggu, 07 Juni 2026 | 08:27

Koperasi Didorong Masuk Ekosistem Industri Gula

Minggu, 07 Juni 2026 | 08:02

Gus Salam Serap Aspirasi Nahdliyin Sulsel Jelang Muktamar NU

Minggu, 07 Juni 2026 | 07:52

Selengkapnya