Berita

Ilustrasi Foto: Nelayan Jawa Timur/Net

Bisnis

Genjot Ekonomi Biru, Pemprov Jatim Komitmen Kembangkan SDM Kelautan-Perikanan

RABU, 21 FEBRUARI 2024 | 03:39 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Timur Adhy Karyono menghadiri pembukaan Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BPPSDMKP) di Hotel Double Tree Surabaya, Selasa (20/2).

Rakernis BPPSDMKP ini menurut Adhy Karyono merupakan forum yang bisa meningkatkan kapasitas SDM di lingkup kelautan dan perikanan.

Dia berharap organisasi perangkat daerah Jatim yang membidangi bisa segera melakukan sinkronisasi program-programnya dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang akan direalisasikan tahun 2024 dan perencanaan tahun 2025.


"Forum yang sangat strategis untuk menyelaraskan perencanaan program dan kegiatan guna tersedianya sumber daya manusia di bidang kelautan dan perikanan," ujarnya dikutip Kantor berita RMOLJatim.

Adhy juga menyampaikan komitmen Jatim untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) di sektor kelautan dan perikanan. Menurutnya SDM kelautan dan perikanan yang unggul akan berkontribusi besar dalam mewujudkan ekonomi biru yang kuat untuk Indonesia sejahtera.

"Dibutuhkan peningkatan kapasitas sumber daya manusia yang unggul dan kompeten, ini kami sangat setuju, kami sedang membangun bagaimana peningkatan kapasitas SDM setiap program salah satunya sektor yang paling memang membutuhkan adalah sektor Kelautan dan Perikanan," jelasnya.

Adhy menambahkan, Jawa Timur memiliki SDM di sektor kelautan dan perikanan di antaranya 222.780 nelayan, 262.383 pembudidaya ikan, 6.613 petambak garam, 9.241 pengolah ikan, dan 19.120 pemasar produk hasil perikanan.

SDM yang ada tersebut, sambung Adhy, harus didukung dengan peningkatan kapasitas masing-masing SDM-nya. Sehingga nantinya, hasil yang didapatkan akan lebih maksimal.

"Kami berkomitmen untuk bekerja bagaimana menjaga supaya SDM unggul ekonomi biru untuk Indonesia sejahtera dapat terwujud insyaallah Jawa timur akan komitmen untuk bisa meningkatkan program-program di bidang perikanan dan kelautan," ungkap dia.

Di sisi lain, Adhy menuturkan bahwa Jawa Timur memiliki banyak potensi yang sangat mendukung terlaksananya ekonomi biru di Indonesia.

Diketahui Jawa Timur memiliki garis pantai sepanjang 3.543,54 km dengan pengelolaan wilayah laut 5,2 juta hektar yang melewati 22 kabupaten/kota.

Selain itu Jawa Timur juga menjadi provinsi dengan produksi perikanan tangkap sebesar 609.685,85 ton, produksi perikanan budidaya sebesar 1.359.934,91 ton, produksi garam tertinggi secara nasional yang mencapai 847.011,33 ton serta provinsi dengan volume ekspor perikanan tertinggi nasional mencapai 361.356,91 ton.

"Kami juga akan mempertahankan dan meningkatkan prestasi secara nasional yang mungkin di urutan ketiga besar kami bisa naik ke urutan kedua dan pertama," kata Adhy optimis.

Adhy menekankan bahwa Jawa Timur berkomitmen untuk ikut serta menjalankan ekonomi biru dengan berbagai program yang menyasar SDM maupun peningkatan hasil produksinya.

Menurutnya hal ini telah diprogramkan dan masuk dalam Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

"RKPD-nya sudah terlihat bagaimana sektor kelautan termasuk industri wisata sektor kelautan sudah termaktub di dalamnya mohon dukungan dan supportnya sehingga semuanya bisa sinkron," tutupnya.

Di kesempatan ini, Adhy Karyono menyaksikan penandatanganan Nota Kesepahaman antara BPPSDMKP dengan beberapa mitranya antara lain JFT, BNSP, BNI, JALA dan PT TKI serta penyerahan penghargaan oleh Kepala BPPSDMKP untuk SDM Terbaik yang meliputi Penyuluh Perikanan, Instruktur, Widyaiswara serta penghargaan untuk ?UPT Terbaik.

Tak hanya itu, di momen yang sama juga dilakukan pelepasan lulusan pendidikan dan pelatihan KP memenuhi Du/Di LN oleh Menteri Kelautan dan Perikanan (KP) Sakti Wahyu Trenggono sebanyak 150 orang dan Penyerahan Buku Outcome BPPSDMKP dari Kepala BPPSDMKP kepada Menteri KP.

Selain itu, Menteri Kelautan dan Perikanan RI Sakti Wahyu Trenggono meresmikan Kartu Taruna dan Penerimaan Taruna Baru yang ditandai dengan scan kartu.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

UPDATE

Wall Street Hijau di Tengah Harapan Meredanya Konflik AS-Iran

Selasa, 04 Agustus 2026 | 08:23

Di Balik Sensor Istana: Diksi Nuklir Prabowo dan Bantahan Kilat Teheran

Selasa, 04 Agustus 2026 | 08:10

Pelatih Vietnam Bongkar Rahasia Usai Permalukan Indonesia 3-0

Selasa, 04 Agustus 2026 | 08:04

Tanggapi MK, Menkeu Pastikan Anggaran MBG Tidak Mengganggu APBN

Selasa, 04 Agustus 2026 | 07:47

Menhaj Lantik 6 Pejabat Kemenhaj untuk Perkuat Pelayanan Haji dan Umrah

Selasa, 04 Agustus 2026 | 07:46

Bunga Pinjaman Turun, Bulog Hemat hingga Rp1,07 Triliun per Tahun

Selasa, 04 Agustus 2026 | 07:35

Pasar Logam Mulia Tertekan, Emas Masih Berkutat di 4.000 Dolar AS

Selasa, 04 Agustus 2026 | 07:18

Bursa Eropa Cetak Rekor, DAX 40 Tembus 26.000 Poin

Selasa, 04 Agustus 2026 | 07:07

Sekolah Nasional Terintegrasi: Tantangan Pendidikan dan Implementasi Rekonstruksi

Selasa, 04 Agustus 2026 | 06:46

BGN Anggap Putusan MK Justru Perkuat Program MBG

Selasa, 04 Agustus 2026 | 06:27

Selengkapnya