Berita

Komisioner KPU RI, Betty Epsilon Idroos/RMOL

Politik

Tolak Usulan Bawaslu hingga Pegiat Pemilu, KPU Tetap Tayangkan Data Suara TPS di Sirekap

SENIN, 19 FEBRUARI 2024 | 22:55 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Usulan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) hingga pegiat pemilu agar Sistem Informasi Rekapitulasi (Sirekap) dihentikan, tidak diamini Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Anggota KPU RI, Betty Epsilon Idroos menerangkan, data penghitungan suara di tempat pemungutan suara (TPS) masih akan tetap ditayangkan melalui Sirekap.

Dia mengungkapkan, data hasil penghitungan suara di TPS yang tidak sesuai dengan yang tercatat di Sirekap, dipastikan akan terus diperbaiki.


"Kegiatan tahapan inilah yang harus di-watchout (diperhatikan), dilihat bersama-sama, karena inilah hasil resmi dari penghitungan dan perolehan suara secara berjenjang," ujar Betty dalam jumpa pers di Kantor KPU RI, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Senin malam (19/2).

Betty menegaskan, berdasarkan ketentuan Peraturan KPU (PKPU) 5/2024 tentang Rekapitulasi dan Penghitungan Suara dan Penetapan Hasil Pemilu, hasil penghitungan suara di Sirekap menjadi acuan dalam perhitungan suara manual yang dilakukan secara berjenjang, dan dalam penetapan hasil pemilu.

Rekapitulasi secara berjenjang dilakukan di tingkat kecamatan oleh Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) mulai 15 Februari hingga 2 Maret 2024. Kemudian di tingkat kabupaten/kota oleh KPU daerah mulai 17 Februari hingga 5 Maret 2024.

Dilanjutkan ke provinsi oleh KPU ditingkat tersebut pada 19 Februari hingga 10 Maret 2024. Adapun di tingkat nasional mulai dari 22 Februari hingga 21 Maret 2024.

Untuk itu, Betty memastikan Sirekap akan tetap aktif hingga massa penghitungan suara berjenjang berlangsung. Meskipun, terdapat data penghitungan suara yang masih tidak sesuai dengan Form C.Hasil.

Mengenai data yang tidak sesuai, dia menyebutkan di pemilihan presiden (Pilpres) 2024 ditemukan 1.223 TPS memuat data penghitungan suara yang tidak sesuai antara Sirekap dengan Form C.Hasil.

"Per hari ini sisa 1.223 TPS (yang data penghitungan suaranya bermasalah) dari 586.646 TPS yang sudah kita upload (data penghitungan suara ke Sirekap). Jadi sekitar 0.21 persen ini data untuk (pemilihan) presiden dan wakil presiden," urainya.

Sementara, data penghitungan suara yang tidak sesuai untuk pemilihan legislatif (pileg) DPR RI yang meliputi 84 daerah pemilihan (dapil), hingga sore tadi jumlahnya lebih banyak dari pilpres.

"Hingga pukul 16.00. terdapat banyak sekali dapil di DPR RI, 84 dapil, terdapat 4.167 TPS dengan kesalahan data, dari 582.236 data TPS masuk," urainya.

Oleh karena itu, perbaikan data di Sirekap akan terus dilanjutkan oleh jajaran KPU RI di tingkat kecamatan yaitu PPK, hingga KPU kabupaten/kota, provinsi, dan nasional, termasuk penayangan hasil penghitungan suara dalam bentuk gambar Form C.Hasil juga konversi angka dari dokumen itu dalam bentuk diagram.

"Secara terbuka kami sampaikan, dan terus menerus diperbaiki," demikian Betty yang menjabat Ketua Divisi Data dan Informasi KPU RI itu menambahkan.


Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

OKI Kecam Serangan Houthi ke Makkah dan Madinah

Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:17

Jakarta Running Festival Jadi Role Model Ajang Lari Nasional

Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:01

Carbon Capture di Petrokimia Gresik Berpeluang Kurangi Impor Soda Ash

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:47

KPK Bantah Kembali Sita Uang Rp40 Juta dari Salah Satu PCNU Terkait Muktamar NU

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:27

Mantan Panglima TNI Pertama dari Angkatan Laut Widodo AS Wafat

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:12

Aksi Iklim Lintas Iman Desak Siklus Karhutla Tahunan Segera Diputus

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:02

Akuisisi Saham BYAN Haji Isam Sejalan dengan UU Minerba

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:44

Bill Gates: AI Bisa Picu Gejolak Ekonomi dan Sosial Selama 20 Tahun

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:43

Kehadiran Kopdes Bawa Harapan untuk Ekonomi Desa

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:19

Pesantren Didorong Ikut Terlibat dalam Pencegahan Karhutla

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:05

Selengkapnya