Berita

Pesawat luar angkasa ADRAS-J milik Astroscale/Net

Tekno

Bersih-bersih Limbah di Orbit Bumi, Aeroscale Kirim Satelit ke Luar Angkasa

SENIN, 19 FEBRUARI 2024 | 10:52 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Akumulasi limbah di orbit bumi akibat penerbangan luar angkasa selama beberapa dekade merupakan masalah yang semakin memprihatinkan.

Salah satu cara paling efektif untuk menangani sampah luar angkasa tersebut adalah dengan membatalkan orbitnya, atau memindahkannya ke tempat yang lebih rendah sehingga dapat terbakar di atmosfer bumi.

Pesawat luar angkasa ADRAS-J milik Astroscale, sebuah satelit demonstrasi yang dapat menginformasikan upaya pembersihan sampah luar angkasa di masa depan, kini telah berada di orbit untuk melakukan tugas tersebut setelah diluncurkan dari Selandia Baru pada Minggu (18/2) waktu setempat.


Mengutip Engadget, satelit itu dikirim ke luar angkasa dengan roket Electron dari Rocket Lab. Misinya, yang dipilih oleh badan antariksa Jepang (JAXA) untuk Tahap I program Demonstrasi Penghapusan Puing Komersial, akan menyaksikan ADRAS-J bertemu dengan roket tua Jepang yang telah mengorbit sejak 2009.

“ADRAS-J secara resmi bertugas dan siap bertemu dengan beberapa puing luar angkasa!” tulis Astroscale di X.

“Mari kita mulai era baru keberlanjutan ruang angkasa!," lanjutnya.

ADRAS-J akan menjadi yang pertama menargetkan puing-puing besar yang ada dan berupaya mendekati serta mengkarakterisasinya dengan aman, dengan mengandalkan data berbasis darat untuk mengetahui posisinya.

Selama beberapa bulan ke depan, ia akan mencapai target dan akhirnya mencoba mendekat untuk mengambil gambar dan menilai kondisinya guna menentukan apakah ia dapat dihilangkan.

Populer

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Saat Konglomerat Tan Kian Diamankan Polisi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:50

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Megawati: Kudatuli adalah Simbol Ketidakadilan!

Selasa, 21 Juli 2026 | 23:38

Densus 88 Ciduk Dua Pria Terlibat Jaringan Terorisme di Ciamis dan Lampung

Selasa, 21 Juli 2026 | 23:11

PDIP Sebut Babinsa Awasi Wajib Pajak Salahi Wewenang

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:47

Purbaya Buka Peluang Ubah Status KEK di Bali untuk PFII

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:39

Megawati Minta Pramono dan Doel Kembalikan TIM jadi Tempat Seniman

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:30

Warga Kwini 8 Minta Sengketa Diselesaikan Lewat Jalur Hukum

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:28

PPP Dukung Tindakan Tegas Polri Jaga Kamtibmas di Jakarta

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:14

KPK Terbitkan Dua Sprindik Pengembangan Kasus Bea Cukai, Sudah Ada Tersangka

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:31

Pakar Soroti Modus Dugaan TPPU Febrie dari Safe House hingga Temuan Emas Batangan

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:24

Kiprah Mantri BRI Menjadi Penggerak Pertumbuhan Ekonomi Kerakyatan

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:14

Selengkapnya