Berita

Ilustrasi/Net

Bisnis

Atasi Kekurangan Tenaga Kerja, Universal Studio Jepang Rekrut Karyawan di Atas Usia 60 Tahun

SABTU, 17 FEBRUARI 2024 | 13:23 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Perusahaan operasional Universal Studios Jepang berencana mempekerjakan sekitar 200 staf taman berusia di atas 60 tahun pada tahun 2025, dengan harapan dapat mengatasi kekurangan tenaga kerja dan memperluas rentang usia pengunjung taman.

USJ awalnya mempekerjakan beberapa orang yang berusia di atas 60 tahun sebagai percobaan pada pertengahan Oktober 2023 untuk bekerja di restoran dan keamanan.

Sekitar 400 dari lebih dari 10.000 anggota staf taman nasional saat ini berusia di atas 60 tahun, namun sebagian besar dipekerjakan sebelum melewati ambang batas usia tersebut.  


“USJ dipandang sebagai tempat kerja generasi muda, sehingga hampir tidak ada lamaran dari senior,” kata kepala bagian sumber daya manusia di perusahaan, seperti dikutip dari Nikkei Asia, Sabtu (17/2).

Taman ini berencana untuk terus merekrut warga lanjut usia melalui bursa kerja dan iklan di media sosial dan akan mempertimbangkan untuk bekerja sama dengan kantor layanan ketenagakerjaan lokal di masa mendatang.

Langkah USJ mempekerjakan staf berusia lanjut mendapat reaksi dari warga, namun umumnya menyambut dengan positif.

“Saya terkejut USJ merekrut warga senior, tapi menurut saya bisa bekerja dengan orang-orang dari berbagai usia kedengarannya bagus,” kata seorang wanita berusia 63 tahun yang mengunjungi stan taman tersebut pada bursa kerja untuk warga senior yang diadakan di prefektur Osaka bulan lalu.

USJ dijadwalkan membuka area baru pada musim semi ini berdasarkan seri video game Donkey Kong dari Nintendo, yang diharapkan dapat lebih meningkatkan jumlah pengunjung.  

Pada saat yang sama, dengan semakin dekatnya Osaka World Expo 2025, persaingan untuk mendapatkan pekerja di wilayah tersebut akan semakin ketat.

USJ memperkirakan jumlah staf berusia antara 60 dan 70 tahun akan berlipat ganda menjadi sekitar 800 pada tahun 2025.

Merupakan hal yang tidak biasa bagi taman hiburan Jepang untuk mempekerjakan staf senior dalam jumlah besar.

Oriental Land, yang mengoperasikan Tokyo Disney Resort, telah menetapkan usia pensiun bagi staf tamannya pada usia 65 tahun dan mengatakan pihaknya tidak fokus pada perekrutan lansia.

Taman hiburan memiliki gambaran yang kuat bahwa mereka menargetkan generasi muda dan keluarga sebagai pelanggan utama mereka, namun seiring dengan menurunnya angka kelahiran di Jepang dan bertambahnya usia populasi, rata-rata usia pengunjung kemungkinan akan meningkat.

“Pelanggan utama dari 20 tahun lalu terus mengunjungi taman tersebut seiring bertambahnya usia,” kata Yuji Yamaguchi, profesor di Universitas J.F. Oberlin di Tokyo yang berspesialisasi dalam teori taman hiburan.  

“Ada permintaan akan layanan pelanggan yang tenang dan tenang yang dapat diberikan oleh staf senior," ujarnya.

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

UPDATE

Fasilitas Server Diserang, AS-Israel Makin Kewalahan Hadapi Iran

Senin, 16 Maret 2026 | 01:30

Kecelakaan Beruntun di Tol Semarang-Batang Nihil Korban Jiwa

Senin, 16 Maret 2026 | 01:09

Port Visit di Cape Town

Senin, 16 Maret 2026 | 00:50

Program MBG Bisa Lebih Kuat jika Didesain secara Otonom

Senin, 16 Maret 2026 | 00:30

Persib dan Borneo FC Puas Berbagi Poin

Senin, 16 Maret 2026 | 00:01

Liberalisasi Informasi dan Kebutuhan Koordinasi

Minggu, 15 Maret 2026 | 23:42

Polri Buka Posko Pengaduan Khusus Kasus Andrie Yunus

Minggu, 15 Maret 2026 | 23:17

Ketika Jiwa Bangsa Menjawab Arogansi Teknologi

Minggu, 15 Maret 2026 | 23:14

Teror Air Keras dalam Dialektika Habermasian

Minggu, 15 Maret 2026 | 22:45

Yuddy Chrisnandi: Visi Menteri dan Presiden Harus Selaras

Minggu, 15 Maret 2026 | 22:32

Selengkapnya