Berita

Wakil Presiden RI KH Maruf Amin/Istimewa

Politik

Beras Premium Langka, Wapres Minta Bulog Gelontorkan 800 Ribu Ton

SELASA, 13 FEBRUARI 2024 | 13:11 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Beras jenis premium jadi komoditas yang langka di pasaran belakangan ini. Kalaupun ada, harga ecerannya cukup tinggi di pasar komersial.

Merespons kondisi tersebut, Wakil Presiden RI KH Maruf Amin menyebut, Bulog saat ini masih memiliki stok beras 800 ribu ton.

"Saya kira beras itu, menurut yang saya tahu, di Bulog ada 800 ribu ton. Kemudian yang sedang dalam perjalanan, mungkin beberapa impor masuk 400 ribu ton," kata Maruf Amin di acara Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Jakarta, dikutip Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (13/2).


"Jadi kira-kira stok (beras) kita sebentar lagi mencapai 1,2 juta ton," imbuhnya.

Wapres menambahkan, pihaknya telah menyuruh Bulog untuk menyalurkan beras-beras itu agar tidak ada kenaikan harga yang tinggi.

"Oleh karena itu, saya minta (stok beras) ini segera digelontorkan kepada masyarakat. Supaya tidak ada misalnya kekurangan beras di masyarakat, dan juga menekan harga jangan sampai tinggi. Itu kita harapkan begitu," ujarnya.

"Dan kita meminta kepada pihak Bulog untuk segera digelontorkan. Karena barangnya ada, karena itu kalau tidak digelontorkan kan kemudian di pasar menjadi tidak ada. Ini supaya teratasi. Kemudian kedua, sekaligus menekan harga jangan sampai tinggi. Saya kira itu," tutupnya.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

UPDATE

Istana Minta Kritik terhadap BI Dijadikan Evaluasi Penguatan Komunikasi

Sabtu, 06 Juni 2026 | 14:23

Kursi Dua Wamen Kosong, Pemerintah Belum Siapkan Pengganti

Sabtu, 06 Juni 2026 | 14:10

Mensesneg soal Kabar Said Iqbal Masuk Kabinet: Masih Didiskusikan

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:59

Mubes V Kosgoro 1957 Digoyang Penolakan Daerah

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:52

AS Hantam Iran dengan Sanksi Baru, Jaringan Penyelundupan LPG Jadi Target

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:37

Istana Bantah Isu Menkeu dan Gubernur BI Bakal Dicopot

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:31

Prasetyo Hadi: Sinergi Pemerintah, DPR, dan BI Kunci Jaga Stabilitas Ekonomi

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:20

Bank Indonesia Sudah Intervensi, Mengapa Rupiah Tetap Melemah?

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:08

Menkeu Purbaya Bantah Omzet Warteg Turun Jadi Bukti Daya Beli Lesu

Sabtu, 06 Juni 2026 | 12:47

Daftar Komoditas Dirilis, Danantara SDI Siap Kendalikan Rezim Baru Ekspor RI

Sabtu, 06 Juni 2026 | 12:21

Selengkapnya