Berita

Sejumlah aktivis 98 menggelar Sarasehan Aktivis 98 dengan tajuk "Dari Reformasi 98 Menuju Indonesia Emas 2045" di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Senin (12/2)/Ist

Politik

Aktivis 98 Serukan Tetap Jaga Demokrasi di Masa Tenang

SELASA, 13 FEBRUARI 2024 | 05:25 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

Masa tenang Pemilu 2024 dimanfaatkan sejumlah aktivis 98 dengan menggelar Sarasehan Aktivis 98 dengan tajuk "Dari Reformasi 98 Menuju Indonesia Emas 2045" di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Senin (12/2).

Salah satu mantan aktivis Afriansyah Noor, mengatakan, komunikasi antar sesama aktivis harus terus dilakukan meski berbeda pilihan.

"Jadi, memang saya sendiri ada komunikasi dengan Bung Adian Napitupulu. Jadi bagaimana silakan bung Adian dukung 03 kami dukung 02 yang jelas semua sukses untuk berdemokrasi secara arif dan bijaksana. Jadi komunikasi tetap kita bangun," kata Afriansyah.


Menurut Sekjen Partai Bulan Bintang ini, pihaknya sengaja tidak mengundang rekan aktivis yang mendukung pasangan Ganjar-Mahfud dikarenakan sarasehan yang digelar hari ini bukan acara debat.

Di lokasi yang sama, Ketua Umum Partai Prima Agus Jabo juga berpesan kepada seluruh aktivis 98 untuk terus menjaga demokrasi dan jangan melakukan gerakan-gerakan yang membahayakan.

"Mari kita junjung tinggi mari kita hargai sistem demokrasi yang sudah kita sepakati ini dan kita harus memberikan ruang setinggi-tingginya. Kita tunggu tanggal 14 Februari mudah-mudahan tidak ada situasi situasi yang memperkeruh suasana," kata Agus Jabo.

Senada dengan Agus, politikus Partai Gelora Fahri Hamzah yang ikut hadir mengatakan, selama masa tenang ini juga tidak perlu lagi berkampanye yang bisa membuat kegaduhan.

“Sebenarnya orang itu di minggu tenang itu harus memang betul-betul kembali tenang,” kata Fahri.

Turut hadir dalam acara tersebut Menkominfo Budie Arie Setiadi,  Haris Rusly Moti, Wahab Talaohu, serta Erlinda.



Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya