Berita

Alumni Universitas Nasional (Unas) di depan Kampus Unas, Jakarta Selatan, Jumat (9/2)/Ist

Politik

Alumni Unas Bergerak Tuntut Perbaikan Demokrasi

JUMAT, 09 FEBRUARI 2024 | 21:17 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Alumni Universitas Nasional (Unas) mengkritik kemunduran demokrasi di era pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang terus mengalami kemunduran.

“Melihat kondisi ketatanegaraan Indonesia yang belakangan ini mengarah pada potensi runtuhnya demokrasi,” kata Perwakilan alumni Unas Bergerak, Geri Permana di depan Kampus Unas, Jakarta Selatan, Jumat (9/2).

Alumni Unas juga mendesak Jokowi untuk tetap menjaga netralitas dan tidak berpihak kepada salah satu pasangan calon (paslon) dalam Pilpres 2024. Jika Jokowi berpihak maka harus mundur dari jabatannya sebagai presiden.


“Kami meminta agar Presiden Jokowi, ketika ia ingin melakukan keberpihakan terhadap salah satu paslon maka kami meminta dengan segala hormat agar mundur dari jabatannya sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan," tegasnya.

Alumni dan mahasiswa Unas menggelar aksi di depan kampus, Jalan Sawo Manila. Mereka membawa sejumlah spanduk yang berisi kritikan terhadap Presiden Jokowi.

Gelombang aksi mahasiswa mulai bermunculan dalam beberapa hari terakhir, seperti di Jakarta, Yogyakarta, Makassar, hingga Bali. Mereka mengkritik Jokowi yang dianggap tak netral dalam Pilpres 2024.

Para mahasiswa ini juga mengecam Jokowi membawa demokrasi mundur dan mengkhianati Reformasi.

Populer

Keputusan KIP Kuatkan Keyakinan Ijazah Jokowi Palsu

Minggu, 22 Februari 2026 | 06:18

Roy Suryo Cs di Atas Angin terkait Kasus Ijazah Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 12:12

Harianto Badjoeri Dikenal Dermawan

Senin, 23 Februari 2026 | 01:19

Kasihan Banyak Tokoh Senior Ditipu Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 14:19

Sangat Aneh Bila Disimpulkan Ijazah Jokowi Asli

Kamis, 19 Februari 2026 | 18:39

Partai Politik Mulai Meninggalkan Jokowi

Selasa, 17 Februari 2026 | 13:05

Gibran Jadi Kartu Mati Prabowo di Pilpres 2029

Minggu, 22 Februari 2026 | 03:02

UPDATE

Selat Hormuz dan Senjata Geopolitik Iran

Sabtu, 28 Februari 2026 | 05:40

Gabah Petani Terdampak Banjir di Grobogan Tetap Dibeli Bulog

Sabtu, 28 Februari 2026 | 05:25

MBG Dikritik dan Dicintai

Sabtu, 28 Februari 2026 | 04:59

Sambut Kedatangan Prabowo

Sabtu, 28 Februari 2026 | 04:50

Tourism Malaysia Gaet Media dan Influencer ASEAN Promosikan Wisata Ramadan

Sabtu, 28 Februari 2026 | 04:44

Kader Golkar Cirebon Diminta Sukseskan Seluruh Program Pemerintah

Sabtu, 28 Februari 2026 | 04:21

Kritik Mahasiswa dan Dinamika Konsolidasi Kekuasaan

Sabtu, 28 Februari 2026 | 03:55

Wacana Impor 105 Ribu Pikap India Ancam Industri Dalam Negeri

Sabtu, 28 Februari 2026 | 03:33

Insan Intelijen TNI Dituntut Adaptif Hadapi Dinamika Geopolitik

Sabtu, 28 Februari 2026 | 03:13

Genjot Ekonomi Rakyat, Setiap SPPG Terima Rp500 Juta untuk 12 Hari

Sabtu, 28 Februari 2026 | 02:45

Selengkapnya