Berita

Siti Zuhro (kedua dari kiri)/Repro YouTube BRIN

Politik

Siti Zuhro: Kritik Civitas Akademika Bukan Candaan, Itu Serius

RABU, 07 FEBRUARI 2024 | 16:06 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Kritik dari beberapa civitas akademika di Indonesia terhadap pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) belakangan ini sejatinya merupakan peringatan serius yang sedang disuarakan.  

Hal itu disampaikan Peneliti Senior Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Prof Siti Zuhro dalam serial diskusi yang diprakarsai Badan Risen dan Inovasi Nasional (BRIN), bertajuk “Demokrasi Di Ujung Tanduk”, pada Rabu (7/2).

“Apa yang disuarakan oleh tentu kampus-kampus sebagai publik akademis itu bukan candaan, itu serius. Saya sampaikan di media bahwa ini serius,” kata Siti Zuhro.


Oleh karena itu, Siti Zuhro sangat menyesalkan jika ada pihak-pihak yang beranggapan bahwa kritik civitas akademika bernuansa politis.

“Tidak boleh diterjemahkan oleh siapapun bahwa ini kita partisan,” tegasnya.

Siti Zuhro menegaskan bahwa tidak ada gunanya para guru besar di universitas-universitas melakukan politik praktis.

“Enggak ada gunanya kita partisan. Orang dari pemilu ke pemilu kita tetep peneliti kok. Enggak ada yang jadi siapapun,” jelasnya.

“Jadi menurut saya kita sedang mengalami suatu demokrasi yang sedang khususnya Pemilu saat ini yang menurun,” demikian Siti Zuhro.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Bea Cukai Sita 1.435 Bale Pakaian Bekas Ilegal Senilai Rp11,4 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:26

Bea Cukai Gagalkan 30 Kontainer Berisi Beras-Garam hingga Balpres, Nilainya Rp27,3 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:14

Lulus Kuliah, Sarjana SGU Ditantang Adaptif Hadapi Perubahan

Selasa, 22 September 2026 | 12:03

KPK Bakal Dalami Keterlibatan Dua Dirjen ATR/BPN yang Belum Jadi Tersangka

Selasa, 22 September 2026 | 11:55

Keselamatan Warga Harus Diprioritaskan di Tengah Banjir Bandang Solok

Selasa, 22 September 2026 | 11:51

Menlu Sugiono Serukan Langkah Nyata Group Eight Hentikan Krisis Gaza

Selasa, 22 September 2026 | 11:49

Harga Bitcoin Melonjak 6,66 Persen ke 86.614 Dolar AS

Selasa, 22 September 2026 | 11:47

Parpol Nonparlemen Bakal Kesulitan Jika Wacana Dua Fraksi untuk Capres Diterapkan

Selasa, 22 September 2026 | 11:37

NPCT1 Pastikan Tidak Ada Korban Pasca-Kebakaran Kontainer

Selasa, 22 September 2026 | 11:32

Sjafrie Apresiasi Jepang, dari Kemitraan Pertahanan hingga Bantuan Chinook

Selasa, 22 September 2026 | 11:05

Selengkapnya