Berita

Ilustrasi/Net

Bisnis

Kominfo Jamin Keamanan Pusat Data Nasional dari Peretasan

RABU, 07 FEBRUARI 2024 | 13:44 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Pusat Data Nasional (PDN) yang saat ini tengah dibangun pemerintah di dalam negeri diklaim aman dari serangan para peretas.

Dikatakan Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Layanan Aplikasi Informatika Pemerintahan Kementerian Komunikasi dan Informatika, Aris Kurniawan, selama pembangunan PDN sementara, salah satunya di Cikarang, belum ada kebocoran data yang terjadi di tempat itu.

"PDN sementara berjalan tiga tahun data-datanya selama ini belum ada yang bocor," jelas Aris, di lokasi pembangunan PDN Cikarang, dikutip Rabu (7/2).


Adapun kebocoran data, kata Aris, terjadi karena infrastruktur yang tidak aman dan tidak adanya standardisasi.

Untuk itu, saat ini pemerintah terus menggencarkan pembangunan PDN, untuk menjamin keamanan data di Indonesia.

"Jadi permasalahan utama itu kebocoran data sangat sering terjadi. Karena dari sisi infrastruktur relatif tidak aman, standardisasi tidak ada," kata Aris.

"Maka ide awalnya adalah membuat satu fasilitas benar-benar kita jamin reliability dan keamanan," sambungnya.

PDN tersebut nantinya akan menjadi tempat seperti data center untuk mengintegrasikan dengan pusat data nasional yang dibangun pemerintah dan pusat data dari lembaga serta kementerian lain.

Sebagai informasi, PDN Cikarang sendiri diketahui memiliki kapasitas prosesor mencapai 25 ribu cores dan storage 40 petabyte, dengan listrik mencapai 20 megawatt.

Selain Cikarang, pemerintah juga berniat menyiapkan dua pusat data lainnya. Satu PDN akan ada di Batam dan lainnya berada di Ibu Kota Nusantara (IKN).

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Pertemuan Megawati-Prabowo Menjungkirbalikkan Banyak Prediksi

Sabtu, 21 Maret 2026 | 04:12

UPDATE

Gugurnya Prajurit Jadi Panggilan Indonesia Tak Lagi Jadi Pemain Cadangan

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:20

Aktivis KontraS Ungkap Kondisi Terkini Andrie Yunus di RSCM

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:19

Trump Ngotot akan Tetap Hancurkan Listrik dan Semua Pabrik di Iran

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:17

KPK Kembangkan Kasus Suap Importasi

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:09

Pertamina Bantah Kabar Harga Pertamax Tembus Rp17 Ribu per Liter

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:02

Siang Ini Jakarta Diprediksi Kembali Hujan Ringan

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:00

Tiga Prajurit RI Gugur di Lebanon, Menlu Desak DK PBB Rapat Darurat

Selasa, 31 Maret 2026 | 11:45

Transparansi Terancam: 37 Ribu Pejabat Belum Serahkan LHKPN

Selasa, 31 Maret 2026 | 11:40

Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Dilimpahkan ke Puspom TNI

Selasa, 31 Maret 2026 | 11:27

Gibran Didorong Segera Berkantor di IKN Agar Tak Mubazir

Selasa, 31 Maret 2026 | 11:18

Selengkapnya