Berita

Ilustrasi/Net

Bisnis

Cegah Surplus Global, OPEC Pangkas Produksi Minyak

JUMAT, 02 FEBRUARI 2024 | 13:15 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) memulai upaya baru untuk mencegah surplus global dan menaikkan harga dengan memangkas produksi minyak yang dimulai bulan lalu.

Produksi OPEC turun 490.000 barel per hari (bpd) menjadi 26,7 juta barel per hari pada bulan lalu, menurut survei Bloomberg. Sekitar setengah dari pengurangan tersebut berasal dari Irak dan Kuwait.

Namun, penerapan penurunan produksi baru yang dilakukan kelompok tersebut tidak sekuat yang ditunjukkan oleh perubahan angka utama.


Sekitar seperempat dari penurunan tersebut disebabkan oleh gangguan di Libya, yang bukan merupakan bagian dari pengurangan produksi yang direncanakan, dan produksi keseluruhan masih beberapa ratus ribu barel per hari di atas batas kolektif karena Irak dan Uni Emirat Arab memproduksi lebih dari kuota mereka.

OPEC dan sekutunya berjanji untuk melakukan pembatasan produksi tambahan pada kuartal ini. Tahun 2023, OPEC juga telah melakukan pengurangan karena pertumbuhan permintaan minyak global melambat dan pasokan saingannya, yang dipimpin oleh AS, terus meningkat.

Pasar minyak masih rapuh di harga 80 dolar AS per barel di London, bahkan ketika konflik berkecamuk di Timur Tengah dan pengiriman di Laut Merah mendapat serangan. Harga tersebut lebih rendah dibandingkan ketika Hamas melancarkan serangannya terhadap Israel pada 7 Oktober.

Kuwait dan Aljazair menerapkan pengurangan yang diperlukan, masing-masing memotong sebesar 110.000 barel per hari dan 50.000 barel per hari.

Irak membuat kemajuan besar dengan mengurangi produksinya sebesar 130.000 barel per hari untuk memproduksi sekitar 4,2 juta barel per hari. Hal ini masih membuat negara tersebut, yang berada di bawah tekanan finansial yang besar untuk meningkatkan pendapatan, memiliki cadangan sekitar 200.000 barel per hari di atas batas yang disepakati.

Produksi Libya merosot 120.000 barel per hari menjadi sekitar satu juta barel per hari, menyusul penutupan ladang minyak terbesarnya akibat protes selama beberapa minggu.

Ekspor minyak mentah Rusia melalui laut turun sekitar 500.000 barel per hari dari rata-rata ekspor Mei-Juni dalam empat minggu pertama bulan Januari, lebih besar dari pemenuhan komitmen OPEC+.

Pengiriman bahan bakar olahan  yang juga tunduk pada batasan OPEC+  melonjak ke level tertinggi dalam enam bulan.

Negara-negara utama OPEC+ mengadakan salah satu tinjauan pasar online reguler mereka pada hari Kamis, dan tidak membuat perubahan pada strategi mereka untuk kuartal ini.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

KPK Temukan Dokumen Pengurusan Perkara Lain di Rumah Ayah Iptu Setya Budi Dias

Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:18

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Boyamin Sebut Ada Dua Brankas Kosong di Rumah Febrie, Ini Respons Kejagung

Rabu, 12 Agustus 2026 | 11:14

UPDATE

DPR Khawatir Pekerjaan Debt Collector jadi Ilegal, Ini Sebabnya

Minggu, 23 Agustus 2026 | 01:43

Keripik Pisang Lokal Besutan Rumah BUMN BRI Tembus Malaysia dan Hong Kong

Minggu, 23 Agustus 2026 | 01:19

Menlu China Mesra dengan Luhut, Sejumlah Tawaran Kerja Sama Mengalir

Minggu, 23 Agustus 2026 | 00:54

Program Gerakan “Warga Peduli Warga” Jaringan Aktivis 98 Berlanjut di Lampung

Minggu, 23 Agustus 2026 | 00:28

Sejumlah Elemen Mahasiswa Ogah Ikut Demo AMPB 27 Agustus, Ini Sebabnya

Minggu, 23 Agustus 2026 | 00:10

Ribuan Warga Meriahkan Panggung Rakyat Merdeka PANsar Murah di Kendal

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 23:50

BRI Raih Tiga Penghargaan Bergengsi Alpha Southeast Asia 2026

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 23:28

DPR Tekankan Penguatan Pengendalian Lingkungan untuk Hentikan Karhutla

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 22:58

YLBHI Dorong Bareskrim Usut Perwira Diduga Terlibat Penipuan Investasi Tambang Emas

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 22:14

Pikat Pembeli dari Singapura hingga Belanda, Produk UMKM Asal Sumut Berdaya Bersama BRI

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 21:55

Selengkapnya