Berita

Ilustrasi/Net

Global

China Cuci Otak Warga Tibet lewat Pendidikan di Asrama

JUMAT, 02 FEBRUARI 2024 | 10:53 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Tindakan pelanggaran hak asasi manusia diduga kerap dilakukan China terhadap warga Tibet, salah satunya dengan menjauhkan mereka dari budaya dan keyakinan nenek moyang.

Hal itu diungkap oleh anggota parlemen Tibet yang diasingkan di India, Tenzin Choezin, dalam pertemuan Forum Kerjasama India-Tibet, seperti dikutip dari ANI News pada Jumat (2/2).

Menurut penuturan Choezin, pemerintah China telah mengirim anak-anak Tibet di atas usia tiga tahun secara paksa ke sekolah berasrama yang dioperasikan Beijing.


"China menggunakan Asrama untuk menjauhkan anak-anak dari budaya, bahasa dan tradisi asli mereka. Dengan cara ini China lebih mudah menyusupkan pemahaman mereka pada warga Tibet," ungkapnya.

Choezin mengatakan, China tidak akan pernah membiarkan Tibet lepas dari pengawasan mereka.

"China merasa takut meski ada yang mengucapkan selamat ulang tahun kepada Dalai Lama. China selalu berperilaku seperti anak kecil yang merasa tidak aman," tuturnya.

Lebih lanjut, Choezin juga mendukung seruan, yang dibuat di beberapa tempat di India, untuk memboikot produk-produk murah China.

"China menciptakan ketegangan di perbatasan India dan negara-negara lain dengan menyalahgunakan uang yang diperoleh melalui ekspor ini," pungkasnya.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya