Berita

Calon wakil presiden nomor urut 3, Mahfud MD sowan ke Pondok Pesantren (Ponpes) Al Bustomi di Desa Sinarrancang, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat/Ist

Politik

Sowan Ponpes Al Bustomi, Mahfud MD: Luar Biasa di Medsos, Saya Ingin Kenal

RABU, 31 JANUARI 2024 | 11:18 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Calon wakil presiden nomor urut 3, Mahfud MD sowan ke Pondok Pesantren (Ponpes) Al Bustomi di Desa Sinarrancang, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, di tengah masa kampanye pada Selasa (30/1).

Pada kunjungan itu, Mahfud menyambangi Padepokan Anti Galau yang merupakan bagian dari Ponpes Al Bustomi. Mahfud mengaku, telah mengetahui padepokan ini dari media sosial.

"Silaturahmi ini ke Padepokan Anti Galau. Padepokan yang saya lihat di medsos, di Youtube luar biasa. Saya ingin tahu," ujar Mahfud dalam keterangan tertulis, Rabu (31/1).


Adapun selain Pengasuh Ponpes Al Bustomi, Kiai Ujang Bustomi juga dikenal sebagai konten kreator yang memiliki jutaan pengikut di sosial media.

Mahfud dalam kunjungannya mendapat sambutan hangat oleh para santri dan pengasuh ponpes. Begitu sampai, Mahfud dikalungkan sorban yang diberikan khusus oleh Kiai Ujang Bustomi.

Setelahnya, Mahfud juga nampak dipasangkan tutup kepala yang berbentuk mahkota. Kiai Ujang Bustomi menyebut, mahkota itu adalah simbol pejuang yang menegakkan kebenaran.

"Itu simbol mudah-mudahan pemimpin di Indonesia bisa untuk menegakkan amar ma'ruf nahi munkar. Bukan untuk kepentingan pribadi, kepentingan golongan, kepentingan apapun. Semuanya kepentingan rakyat," kata Bustomi.

Dia pun menyambut baik silaturahmi yang dilakukan oleh Mahfud MD, dan berdoa agar Mahfud diberikan kesuksesan di dunia dan akhirat.

"Saya cuma hanya bisa mendoakan mudah-mudahan Pak Mahfud kabul dan diberikan kesuksesan baik di dunia maupun di akhirat," demikian Bustomi.

Populer

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Saat Konglomerat Tan Kian Diamankan Polisi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:50

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Megawati: Kudatuli adalah Simbol Ketidakadilan!

Selasa, 21 Juli 2026 | 23:38

Densus 88 Ciduk Dua Pria Terlibat Jaringan Terorisme di Ciamis dan Lampung

Selasa, 21 Juli 2026 | 23:11

PDIP Sebut Babinsa Awasi Wajib Pajak Salahi Wewenang

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:47

Purbaya Buka Peluang Ubah Status KEK di Bali untuk PFII

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:39

Megawati Minta Pramono dan Doel Kembalikan TIM jadi Tempat Seniman

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:30

Warga Kwini 8 Minta Sengketa Diselesaikan Lewat Jalur Hukum

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:28

PPP Dukung Tindakan Tegas Polri Jaga Kamtibmas di Jakarta

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:14

KPK Terbitkan Dua Sprindik Pengembangan Kasus Bea Cukai, Sudah Ada Tersangka

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:31

Pakar Soroti Modus Dugaan TPPU Febrie dari Safe House hingga Temuan Emas Batangan

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:24

Kiprah Mantri BRI Menjadi Penggerak Pertumbuhan Ekonomi Kerakyatan

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:14

Selengkapnya