Berita

Presiden Joko Widodo bersama masyarakat di Stadion Gemilang, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Selasa (30/1)/Net

Publika

Disharmonisasi Relaksasi Norma Undang-Undang

RABU, 31 JANUARI 2024 | 08:37 WIB | OLEH: DR. IR. SUGIYONO, MSI

DINAMIKA konflik level mulut dalam persaingan pemenangan pilpres dan pileg 2024 yang semakin keras terkesan berawal dari disharmonisasi tafsir terhadap norma yang tercantum pada undang-undang. UU 20/2023 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN) Pasal 57 huruf a mengidentifikasi presiden dan wapres sebagai pejabat negara.

Kemudian persoalannya adalah dalam UU Pemilu 7/2017 Pasal 283 ayat (1) dan (2) menyebutkan bahwa pejabat negara, pejabat struktural dan pejabat fungsional dalam jabatan negeri, serta aparatur sipil negara lainnya dilarang mengadakan kegiatan yang mengarah kepada keberpihakan terhadap peserta pemilu sebelum, selama, dan sesudah masa kampanye.

Larangan tersebut meliputi pertemuan, ajakan, imbauan, seruan, atau pemberian barang kepada aparatur sipil negara dalam lingkungan unit kerjanya, anggota keluarga, dan masyarakat.


Untuk kepentingan golongan, sekaligus senantiasa berharap terjadinya asas netralitas presiden pada momentum pemilu, maka norma dari kedua undang-undang tadi dihubungkan sangat erat dan dijadikan menjadi satu kesatuan yang tidak terpisahkan, yaitu presiden dilarang untuk berpihak atau bertindak tidak netral dalam pemilu.

Akan tetapi UU Pemilu 7/2017 Pasal 299 ayat (1), (2), dan (3) menyatakan bahwa Presiden dan Wapres, pejabat negara lainnya yang berstatus sebagai anggota parpol;  maupun pejabat negara lainnya yang bukan berstatus sebagai anggota parpol, dapat melaksanakan kampanye, apabila sudah didaftarkan ke KPU.

Oleh karena mempunyai hak berkampanye, maka asas netralitas kemudian direlaksasi dengan melakukan cuti dan dilarang menggunakan fasilitas negara. Disebabkan berbeda kepentingan, maka tafsir dari cuti adalah jabatan presiden sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan secara sepihak mesti diserahkan kepada wapres sampai selesainya periode kampanye.

Maksudnya adalah presiden menyerahkan kekuasaannya kepada wapres, yang tidak berkampanye. Demikian perbedaan tafsir atas perbedaan kepentingan, ketika sungguh sangat tidak mudah persaingan masuk ke ranking pertama dan kedua dalam pilpres, maupun lolos ambang batas minimal 4 persen dalam pileg.

Tidak siap kalah, ketika terjadi relaksasi dalam penataan netralitas dan berkampanye terkesan menjadi sumber konflik dalam bentuk kritikan yang semakin hari semakin keras dan tajam. Persaingan dalam kampanye pemilu tahun 2024 semakin panas.

Inflasi Desember 2023 y-on-y sebesar 6,18 persen pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau, dimana sumbangan inflasi beras sebesar 0,53 persen.

Pemerintah kemudian melakukan pembagian beras 10 kilogram dan Bantuan Langsung Tunai Rp 600 ribu per Februari 2024 kepada penduduk miskin ekstrem dan miskin umum, maka simbolisasi serah terima bansos oleh presiden dipolitisasi sebagai manuver menaikkan elektabilitas paslon.

Mengentaskan batas miskin pun dicemburui dan dicurigai sebagai manuver politicking.

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef), pengajar Universitas Mercu Buana

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:30

UPDATE

Ketua KNPI Merauke Ajak Generasi Muda Berkontribusi bagi Kemajuan Daerah

Kamis, 29 Oktober 2026 | 04:19

Kedaulatan Teknologi Faktor Penting Pertumbuhan Ekonomi Digital Indonesia

Kamis, 29 Oktober 2026 | 03:55

PKS Desak Pemerintah Bersikap Proporsional Terkait MSCI

Kamis, 29 Oktober 2026 | 03:25

Solusi Kasus Business Judgement Rule Sektor Perumahan

Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:57

Waka BRIN Pimpin Delegasi RI Perjuangkan Space Economic di Konferensi PBB

Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:32

Pertamina Didorong Ambil Alih Proyek Migas Mangkrak Demi Genjot Produktivitas

Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:12

KPK Endus Ada Kickback Vendor kepada Pejabat BNPB

Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:59

Presiden PKS Wanti-wanti Bahaya AI sebagai Senjata Fitnah

Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:34

Masih Atur Waktu, KPK Bantah Ada Kendala dalam Pemanggilan Nusron

Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:04

Polri Utamakan Pendekatan Humanis dan Edukatif Selama Operasi Patuh 2026

Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:42

Selengkapnya