Berita

Pasangan Nomor Urut 1, Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar, dalam sebuah kampanye/Ist

Politik

Bus Kampanye Dibatalkan Sepihak, Pendukung Amin Siap Longmarch ke JIS

SELASA, 30 JANUARI 2024 | 22:24 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Tim Nasional Pemenangan Anies-Muhaimin (Timnas Amin) membenarkan informasi terkait sejumlah bus yang sudah dipesan untuk menghadiri kampanye akbar di Jakarta International Stadium (JIS) yang dibatalkan sepihak, tanpa alasan jelas.

"Ya, kami dengar informasi itu, tentu amat disayangkan," ungkap Jurubicara Timnas Amin, Surya Tjandra, saat dihubungi Kantor Berita Politik RMOL melalui pesan WhatsApp, di Jakarta, Selasa (30/1).

Mantan Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (Wamen ATR/BPN) itu juga mengatakan, fenomena itu menunjukkan adanya ketakutan dari pihak tertentu atas gerakan perubahan yang memang makin meluas.


Surya juga menegaskan, kondisi seperti itu jelas merugikan operator bus, yang sebetulnya tidak ada kaitan dengan urusan politik.

Mantan politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) itu juga memastikan para pendukung Amin tetap menghadiri kampanye akbar di JIS, meskipun harus longmarch.

"Longmarch menjadi salah satu pilihan, tapi kami tetap berharap ada solusi yang baik untuk semua pihak terkait ini," kata Surya Tjandra.

Kabar seputar pesanan bus pendukung Amin yang mendadak dibatalkan pertama kali disampaikan Jurubicara Timnas Amin, Said Didu, di akun X miliknya.

"Tim saya sudah pesan bus untuk acara kampanye akbar pasangan Amin di JIS tanggal 10 Februari, dua hari lalu dan sudah dibayar. Hari ini kami ditelepon bahwa dibatalkan dengan alasan yang tidak masuk akal," ungkap Said Didu.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

UPDATE

Istana Minta Kritik terhadap BI Dijadikan Evaluasi Penguatan Komunikasi

Sabtu, 06 Juni 2026 | 14:23

Kursi Dua Wamen Kosong, Pemerintah Belum Siapkan Pengganti

Sabtu, 06 Juni 2026 | 14:10

Mensesneg soal Kabar Said Iqbal Masuk Kabinet: Masih Didiskusikan

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:59

Mubes V Kosgoro 1957 Digoyang Penolakan Daerah

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:52

AS Hantam Iran dengan Sanksi Baru, Jaringan Penyelundupan LPG Jadi Target

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:37

Istana Bantah Isu Menkeu dan Gubernur BI Bakal Dicopot

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:31

Prasetyo Hadi: Sinergi Pemerintah, DPR, dan BI Kunci Jaga Stabilitas Ekonomi

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:20

Bank Indonesia Sudah Intervensi, Mengapa Rupiah Tetap Melemah?

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:08

Menkeu Purbaya Bantah Omzet Warteg Turun Jadi Bukti Daya Beli Lesu

Sabtu, 06 Juni 2026 | 12:47

Daftar Komoditas Dirilis, Danantara SDI Siap Kendalikan Rezim Baru Ekspor RI

Sabtu, 06 Juni 2026 | 12:21

Selengkapnya