Berita

Jurubicara Kementerian Luar Negeri RI, Lalu Muhammad Iqbal/Net

Dunia

Indonesia Prihatin, Sejumlah Negara Setop Pendanaan UNRWA tanpa Cari Bukti

SELASA, 30 JANUARI 2024 | 15:19 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Keputusan sejumlah negara menghentikan pendanaan mereka untuk Badan Pengungsi PBB di Palestina (UNRWA), sangat disayangkan oleh Indonesia.

Pasalnya, keputusan itu diambil tanpa mengecek terlebih dahulu kebenaran dari informasi Israel yang menuduh 12 staf UNRWA bekerja sama dengan Hamas.

Jurubicara Kementerian Luar Negeri RI, Lalu Muhammad Iqbal, pada Selasa (30/1), menilai tuduhan yang dilayangkan Israel harus dicari kebenarannya.


"Setiap tuduhan harus dibuktikan. Karena itu, investigasi yang menyeluruh, kredibel dan transparan harus dilakukan," kata Iqbal dalam sebuah pernyataan.

Menurut jubir, keputusan negara donor harusnya didasarkan pada hasil penyelidikan Office of Internal Oversight Service (OIOS).

"Sekretaris Jenderal PBB telah mengerahkan OIOS untuk melakukan investigasi. Kita tunggu hasilnya," ujarnya.

Jubir kemudian menyampaikan kekecewaan Indonesia terhadap kampanye penghentian bantuan UNRWA.

"Indonesia menyayangkan keputusan sejumlah negara donor yang langsung menunda dukungan keuangan kepada UNRWA sebelum tuduhan itu dibuktikan," kata Iqbal.

Dia menilai penyetopan dana akan semakin meningkatkan krisis kemanusiaan warga Palestina yang sudah rentan.

"Langkah tersebut akan memperburuk situasi kemanusiaan di Gaza, Palestina, yang saat ini sudah sulit," pungkasnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Demokrasi Matang dan Tonggak Sejarah Baru di Maroko Pasca-Pemilu 2026

Rabu, 30 September 2026 | 10:27

Komisi IX DPR Dorong Pekerja Platform Digital Masuk RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

Rabu, 30 September 2026 | 10:18

Rupiah Menguat, Intip Proyeksinya Hari Ini

Rabu, 30 September 2026 | 10:07

Prabowo Dorong Rehabilitasi Pengguna Narkoba Berbasis Pendidikan dan Teknologi

Rabu, 30 September 2026 | 10:04

Trump Ganti Istilah AI jadi Super Intelligence

Rabu, 30 September 2026 | 09:50

Dugaan Suap Bela Parahiyangan Investindo Mirip Perkara Summarecon

Rabu, 30 September 2026 | 09:39

Jokowi Sengaja Tunjukkan KTA PSI di Kandang Prabowo

Rabu, 30 September 2026 | 09:36

Jokowi Menyadari Dirinya dan Gibran Sedang Diserang

Rabu, 30 September 2026 | 09:27

Indonesia Usulkan Mekanisme Koordinasi Lintas Negara Berantas Penipuan Daring

Rabu, 30 September 2026 | 09:27

IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau

Rabu, 30 September 2026 | 09:27

Selengkapnya