Berita

Sekretaris Jenderal Liga Arab, Ahmed Aboul Gheit/Net

Global

Liga Arab Kecam Keputusan Barat Hentikan Pendanaan UNRWA

SENIN, 29 JANUARI 2024 | 13:42 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Keputusan negara-negara Barat untuk menghentikan pendanaan mereka pada Badan Pengungsi PBB di Palestina (UNRWA), dikecam keras oleh Liga Arab.

Sekretaris Jenderal Liga Arab, Ahmed Aboul Gheit pada Minggu (28/1), menyebut langkah itu sebagai tindakan yang tidak bertanggung jawab dan berisiko membahayakan warga Palestina yang sudah rentan.

"Sangat disesalkan tindakan donatur utama Barat menangguhkan pendanaanya di tengah kondisi warga Palestina yang memburuk akibat perang," kata Aboul Gheit dalam sebuah pernyataan, seperti dimuat Xinhua.


Aboul Gheit menilai penangguhan Barat sebagai upaya mereka mengurangi bantuan kemanusiaan di Palestina.

"Tujuan kampanye Barat melawan UNRWA adalah untuk mendorong komunitas internasional agar mengabaikan tanggung jawabnya dalam memberikan bantuan kepada pengungsi Palestina," tegasnya.

Enam negara Eropa, termasuk Inggris, Jerman, Italia, Belanda, Swiss dan Finlandia, pada Sabtu (27/1) bergabung dengan Amerika Serikat, Australia dan Kanada untuk menghentikan pendanaan mereka di UNRWA.

Keputusan itu diambil setelah Israel menuduh beberapa pegawai badan PBB terlibat dalam serangan Hamas di Israel selatan pada 7 Oktober 2023.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Mesir Sameh Shoukry menelepon Komisaris Jenderal UNRWA Philippe Lazzarini untuk memberikan dukungan.

"Penangguhan pendanaan UNRWA akan membahayakan warga Gaza yang telah menderita akibat blokade yang diterapkan Israel," tegasnya.

Kantor kepresidenan Palestina mendesak negara-negara yang mengumumkan penghentian pendanaan UNRWA agar mempertimbangkan kembali keputusan mereka.

"Penangguhan dukungan untuk UNRWA akan menghukum jutaan rakyat kita secara tidak adil, terutama karena mereka adalah orang-orang Palestina," bunyi pernyataan tersebut.

Saat ini, sekitar 5,9 juta pengungsi Palestina sangat bergantung pada layanan UNRWA yang beroperasi di wilayah Yordania, Gaza, Lebanon, Suriah dan Tepi Barat.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

Bursa Asia Awali November di Zona Merah

Senin, 02 November 2026 | 08:21

Laba Samindo Resources Melonjak 53 Persen, Efisiensi Biaya Jadi Penopang

Senin, 02 November 2026 | 07:55

Jet Pribadi Jatuh dan Meledak Dekat Permukiman, Sembilan Orang Tewas

Senin, 02 November 2026 | 07:40

Dituding Manipulasi Suara, Ketua KPU India Didesak Mundur

Senin, 02 November 2026 | 07:20

OJK: Tak Ada Dua Sanksi untuk Satu Pelanggaran di Pasar Modal

Senin, 02 November 2026 | 07:06

Polda Metro Tak Cukup Minta Maaf soal “Mahasewa Bayaran”

Senin, 02 November 2026 | 06:40

Kelurahan Berperan Besar Menuju Jakarta Kota Global

Senin, 02 November 2026 | 06:36

Potensi Pasar Asuransi Syariah RI Masih Besar

Senin, 02 November 2026 | 06:00

PPP NTB Protes Mardiono Asal Pecat Pengurus

Senin, 02 November 2026 | 05:39

Ketika Syarat Konstitusional Wapres Dipersoalkan

Senin, 02 November 2026 | 05:26

Selengkapnya